Tiga Srikandi Indonesia Ngilmu ke Google

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga srikandi Indonesia yang juga pendiri startup mengikuti program Google for Startups Women Founders Academy. Ketiga yaitu Vanessa Geraldine dari Prieds Technology, Utari Octavianty dari Aruna, dan Ketty Lie dari ErudiFi.

Google for Startups Women Founders Academy adalah program bimbingan pengembangan keterampilan selama 12 minggu untuk perusahaan rintisan (startup) yang dipimpin kaum perempuan di Asia Pasifik.

Women Founders Academy juga dirancang untuk membantu para pendiri perempuan ini meningkatkan keterampilan kepemimpinan, memperkuat hubungan tim, dan mengatasi tantangan unik yang dialami pendiri startup saat membangun perusahaannya melalui lokakarya kelompok dan pelatihan 1:1 yang diberikan oleh pakar Google dan pakar industri.

"Harapan terbesar saya melalui program ini adalah growth, baik dalam aspek startup dan komunitas," kata Geraldine, Jumat, 27 Agustus 2021. Ia menyebut ada jutaan bisnis kecil, menengah dan besar yang memiliki akses yang terbatas terhadap perusahaan teknologi di Indonesia.

Prieds Technology dibangun dengan visi untuk membantu UKM Indonesia bertumbuh lewat transformasi digital dengan solusi Enterprise Resource Planning (ERP) dan Internet of Things (IoT). "Kami ingin menjadi sahabat yang mendampingi bisnis dari kecil hingga besar," paparnya.

Sementara itu, Utari Octavianty mengungkapkan bahwa menjadi pemimpin perempuan punya tantangannya sendiri, yaitu antara cita-cita, stigma dengan tanggung jawab yang unik. Kepemimpinan atau leadership untuk perempuan memerlukan pendekatan yang berbeda juga, yang jarang dibahas di buku ataupun mentorship pada umumnya.

"Untuk itu saya sangat bersemangat sekali mengikuti program ini. Dengan harapan bisa membantu para pemimpin perempuan di kantor maupun di desa pesisir agar dapat memimpin dengan efektif," ungkap dia.

Aruna adalah platform perikanan terintegrasi yang menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui teknologi. Aruna bertujuan untuk menghubungkan nelayan skala kecil dengan eksposur global dalam mempromosikan makanan laut Indonesia yang lezat, melalui kesepakatan grosir, belanja eceran, dan kemitraan bisnis.

Adapun Ketty Lie bercerita bahwa ErudiFi, atau yang dikenal sebagai Danacita di Indonesia, hadir untuk membantu lebih banyak pelajar di Asia Tenggara memiliki masa depan yang lebih baik dengan membantu mereka menghadiri kampus impian mereka.

ErudiFi berangkat dari pengalaman pribadi Ketty sebagai lulusan perguruan tinggi generasi pertama di keluarganya. “Saya sangat berterima kasih atas investasi yang telah diberikan keluarga saya terhadap pendidikan saya," tutur Lie.

Menurutnya, peluang yang terbuka karena pendidikan yang ia dapatkan membantu membentuk masa depan yang tidak akan dimiliki sebaliknya. Namun, masih terlalu banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan peluang yang sama.

"Hampir 70 persen orang Indonesia yang seharusnya berada di bangku kuliah tidak dapat menempuh pendidikan tinggi karena keterbatasan ekonomi," katanya, bercerita.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel