Tiga Subvarian Baru Omicron Terdeteksi di Australia

Merdeka.com - Merdeka.com - Otoritas kesehatan Australia mendeteksi tiga varian baru Omicron dan orang yang terpapar varian baru ini harus menunggu tiga bulan sebelum disuntik vaksin Covid-19.

Tiga subvarian baru yang terdeteksi yaitu BA.2.12.1, BA.4, dan BA.5, seperti disampaikan Stuart Turville, profesor muda dari Institut Kirby Universitas New South Wales.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (4/5), pemerintah Australia memperingatkan musim dingin dapat mendorong lonjakan kasus Covid-19 dan flu, mengingat sejumlah pembatasan untuk menekan penyebaran virus tersebut telah dicabut.

Turville menyampaikan, tingkat keparahan dan penularan subvarian baru Omicron ini belum dipastikan.

Kemunculan Omicron varian BA.1 dan BA.2 ditandai oleh kemampuan mereka menghindari respons antibodi atau kekebalan yang diperoleh dari infeksi sebelumnya atau vaksinasi, tapi efek dua subvarian ini tidak parah.

Tiga subvarian yang baru ditemukan ini kemungkinan akan menggantikan subvarian BA.1 dan BA.2 di Australia.

Turville mengatakan perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah BA.2.12.1, BA.4, dan BA.5 bisa menghindari antibodi.

"Masih banyak hal yang belum diketahui soal virus ini," ujarnya.

Kelompok Penasihat Teknis Australia bidang Imunisasi merekomendasikan masyarakat menunggu sampai tiga bulan setelah terinfeksi Covid-19 untuk menerima dosis vaksin berikutnya. Anjuran ini berlaku untuk semua orang dan semua merek vaksin Covid-19. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel