Tiga Terduga Provokator Pengeroyokan Polisi di Cakung Ditangkap, Ini Motifnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menangkap sejumlah orang diduga provokator kasus pengeroyokan anggota Polsek Cakung pada saat mengamankan pelaku jambret. Sebelum kejadian, sempat terjadi perdebatan antara anggota Polsek Cakung dengan seorang terduga provokator.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Budi Sartono mengatakan ada tiga orang terduga provokator yang telah diamankan. Saat ini, keterlibatan masing-masing provokator sedang didalami.

"Terhadap terduga pelaku pengeroyokan ini sudah kami amankan dan masih kita dalami yang ada video videonya itu. Orang orang yang melakukan pemukulan terhadap anggota kami akan kami tindak," ujar dia kepada wartawan, Jumat (29/4).

Budi mengatakan pengeroyokan diduga pemicu massa mengeroyok Aipda Alim karena tak senang upaya membakar sepeda motor milik jambret dihalangi. Di samping itu, usaha massa untuk menghakimi penjambret juga digagalkan.

"Jadi pelaku jambretnya sudah diamankan (dibawa ke polsek). (Tapi) Motornya ini mau dibakar sama masyarakat," kata Budi.

Mengaku Cucu Jenderal

Terduga provokator sempat menceramahi anggota Polsek Cakung. Dan dia mengaku-ngaku sebagai cucu jenderal. Hal tersebut terekam dalam akun instagram warungjurnalis. Terduga provokator itu menilai polisi keliru dalam membubarkan massa yang hendak mengeroyok pelaku jambret.

"Saya cucunya jendral, eh gak kayak gitu bubarin masyarakat. Ngerti gak," kata pria bertopi dengan nada kencang.

Anggota Polsek Cakung atas nama Aipda Alim tetap sabar menghadapi provokator. Ia sama sekali tak terpancing emosi. Polisi tersebut hendak membawa pelaku jambret tapi warga tetap emosi mau menghakimi. Bahkan, mereka langsung memprovokasi dengan menuding Aipda Alim sebagai polisi gadungan.

Kapolsek Cakung, Kompol Satria mengakui ada salah satu provokator yang mengaku-ngaku sebagai cucu jenderal. Namun, ucapan tersebut saat itu tak direspons oleh Aipda Alim, anggota Polsek Cakung.

"Ada yang kami terima dia mengaku sebagai cucu dari jenderal. anggota tidak merespons secara berlebihan," ujar dia.

Saat ini, polisi sedang mencermati perbuatan pidana terduga provokator melalui rekaman video. Beberapa pihak akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Satria mengatakan, provokator diproses sesuai undang-undang yang berlaku.

"Kita sesuaikan dengan saksi dan alat yang bukti yang kami punya, kami semuanya akan minta pertanggungjawaban terhadap provokator tersebut," tandas Satria.

Kronologi Pengeroyokan

Anggota Polsek Cakung dikeroyok massa pada saat mengamankan pelaku jambret. Kerumunan massa terlihat di Jalan Dr Rajiman, Cakung Jakarta Timur. Massa berupaya mengajar seorang pria yang diduga sebagai jambret.

Ada seorang pria gaek yang mencoba menyelamatkan jambret dari amukan massa. Pria itu merupakan anggota polisi. Namun, malah menjadi sasaran massa.

Kapolsek Cakung, Kompol Satria membenarkan anggotanya menjadi korban pengeroyokan massa. Polisi itu sedang tak mengenakan pakaian dinas. Adapun, alasanya karena posisinya sedang lepas dinas.

"Dan dia memang tinggalnya di sekitar situ," ujar dia.

Satria mengatakan, anggota Polsek Cakung bertandang ke lokasi begitu menerima laporan warga yang menangkap jambret.

"Kita langsung merespons, yang bersangkutan membantu meskipun dia sedang lepas dinas tapi karena tanggung jawabnya tinggi dia ikut membantu untuk mengamankan pelaku jambret itu," kata dia.

Namun, nahas ada sejumlah provokator tidak percaya, padahal ada perwira dari Polsek Cakung yang membenarkan dia adalah anggota Polsek Cakung.

Reporter: Ady Anugrahadi [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel