Tiga warga Australia ditahan di Iran

Melbourne (Reuters) - Tiga warga negara Australia telah ditahan di Iran, pemerintah Australia pada Rabu mengatakan, dan menambahkan pemerintah membantu keluarga ketiga orang tersebut tapi tidak memberi perincian lebih lanjut.

Pernyataan singkat dari Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Australia dikeluarkan setelah harian Inggris The Times melaporkan bahwa dua perempuan Australia-Inggris dan warga negara Australia, pacar salah seorang dari mereka, telah dijebloskan ke dalam penjara di Iran.

"Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan memberi bantuan konsuler buat keluarga ketiga orang Australia yang ditahan di Iran. Karena kewajiban privasi kami, kami takkan memberi komentar lebih lanjut," kata seorang juru bicara departemen di dalam komentar surel.

Penahanan itu telah terjadi di tengah ketegangan tinggi antara negara Barat dan Iran setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan yang memberlakukan pengekangan atas program nuklir Iran dan kemudian menjatuhkan sanksi atas negara Persia itu, dengan tujuan menghentikan ekspor minyaknya.

The Times mengatakan seorang blogger yang telah melakukan perjalanan di Asia bersama pacarnya warga negara Australia, serta seorang akademikus yang telah belajar di Cambridge University dan mengajar di satu universitas di Australia telah ditahan dalam peristiwa terpisah.

Mereka ditahan di penjara yang sama di Teheran, tempat seorang pekerja bantuan Iran-Inggris, Nazanin Zaghari-Ratcliffe, telah dipenjarakan sejak 2006 karena tuduhan mata-mata, kata The Times.

Surat kabar itu tidak menyebutkan nama warga negara Australia-Inggris tersebut atas permintaan Kantor Urusan Luar Negeri Inggris dan mengatakan Pemerintah Australia memimpin upaya dalam kedua kasus itu.

Saran perjalanan resmi Pemerintah Australia buat seluruh Iran ditujukan agar orang mempertimbangkan keperluan untuk melakukan perjalanan ke Iran "akibat resiko bahwa orang asing, termasuk orang Australia, dapat ditangkap atau ditahan tanpa proses pengadilan. Pemilik dua kewarga-negaraan juta menghadapi resiko."
(https://smartraveller.gov.au/Countries/middle-east/Pages/iran.aspx)

"Kami tak bisa menjamin akses ke layanan konsuler atau perwakilan hukum jika anda ditangkap atau ditahan," kata pemerintah.

The Times mengatakan blogger itu ditangkap sekitar 10 pekan lalu bersama pacarnya.

Tidak jelas kapan atau mengapa dosen tersebut ditangkap, kata The Times. Wanita itu ditahan di ruang terisolir dan telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, kata satu sumber yang dikutip oleh surat kabar tersebut.