Tiket Kereta Api H-1 Larangan Mudik Terjual 17 Ribu, Masih Tersedia Banyak Kursi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) untuk keberangkatan H-1 pelarangan mudik Lebaran, atau tepatnya pada 5 Mei 2021, mencapai 17 ribu tiket.

KAI sendiri menyediakan 50 ribu tempat duduk pada periode keberangkatan tersebut. Artinya, jumlah penjualan tiket KAJJ baru mencapai 34 persen.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, beberapa rute kereta api yang menjadi favorit masyarakat.

"Seperti KA Argo Wilis (Bandung - Surabaya Gubeng pp), Argo Dwipangga (Gambir - Solo Balapan), Bengawan (Pasar Senen - Purwosari), Jayabaya (Pasar Senen - Malang), Bengawan (Pasar Senen - Purwosari), Jayakarta (Pasar Senen - Surabaya Gubeng), dan KA-KA lainnya," terang Joni saat dihubungi Liputan6.com, Senin (26/4/2021).

Joni melanjutkan, untuk rute-rute lain, okupansinya masih relatif normal dan terus bergerak karena penjualan masih terus berlangsung di beberapa kanal penjualan resmi KAI seperti web aplikasi KAI Access, web kai.id, dan lainnya.

Kemudian secara keseluruhan, pada periode pra peniadaan mudik 22 April hingga 5 Mei 2021, KAI menyediakan rata-rata 48 ribu tiket Kereta Api Jarak Jauh perhari dan sudah terjual sebanyak 40 persen.

Sedangkan untuk periode pasca peniadaan mudik 18 hingga 24 Mei 2021, KAI baru membuka sebanyak rata-rata 8 ribu tiket KA Jarak Jauh perhari dan yang terjual masih dibawah 10 persen.

"KAI mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan saat menggunakan layanan KAI baik saat berada di stasiun dan berada dalam perjalanan agar dapat turut memutus mata rantai penyebaran Covid-19" tandas Joni.

Selama Ramadan, KAI Izinkan Penumpang Buka Puasa dan Sahur di KA Jarak Jauh

Sejumlah penumpang menunggu kereta di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (29/11). PT KAI Daop 1 Jakarta akan mengoperasikan 11 KA tambahan tujuan Solo, Bandung, dan Cirebon yang dimulai pada 29 November hingga 4 Desember 2017. (Liputan6.com/JohanTallo)
Sejumlah penumpang menunggu kereta di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (29/11). PT KAI Daop 1 Jakarta akan mengoperasikan 11 KA tambahan tujuan Solo, Bandung, dan Cirebon yang dimulai pada 29 November hingga 4 Desember 2017. (Liputan6.com/JohanTallo)

Sebelumnya, Memasuki bulan Ramadan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI masih tetap mengoperasikan moda kereta api dengan normal sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

"Sejauh ini, tidak ada pembatasan jam operasional Kereta Api seluruh perjalanan masih sesuai dengan jadwal yang tertera pada tiket," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Kamis (15/4).

Joni mengungkapkan, pada bulan Ramadan ini KAI mempersilahkan pelanggan yang ingin sahur dan berbuka selama dalam perjalanan KA Jarak Jauh.

Sedangkan untuk KA jarak dekat yang perjalanannya kurang dari 2 jam, makan dan minum diperbolehkan khusus pada waktu berbuka puasa hingga satu jam setelahnya.

Bagi pelanggan yang ingin membeli makanan dan minuman di atas KA Jarak Jauh, layanan tersebut bisa didapatkan di Kereta Makan maupun melalui pramugari yang bertugas. Untuk memberikan kemudahan, pelanggan dapat memesan lebih awal makanan dan minumannya melalui aplikasi KAI Access pada menu Lokomart.

"Pemesanan juga dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0811 1061 2121," tambahnya.

Healthy Kit

Joni menambahkan, sejak 6 April 2021 pula, pelanggan KA Jarak Jauh akan mendapatkan Healthy Kit yang berisi 1 buah masker KF94 dan tisu antiseptik.

Penyediaan ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan agar para pelanggan tetap merasa aman dan nyaman saat menggunakan KA Jarak Jauh.

Untuk memenuhi persyaratan naik KA Jarak Jauh pula, KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp30.000 di 44 stasiun serta Rapid Test Antigen seharga Rp85.000 di 42 stasiun. Mengingat masih berlakunya aturan terkait pencegahan penularan virus Covid-19 di moda transportasi umum.

"(Jadi) perjalanan Kereta Api saat ini masih mengacu pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 12 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 27 Tahun 2021," tekannya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: