Tiket Masuk Borobudur Rp750 Ribu Ditunda, Sandiaga: Kita Harus Berempati

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno setuju kenaikan harga tiket masuk Borobudur menjadi Rp750.000 ditunda. Di tengah keadaan ekonomi yang masih berat, perlu kebijakan yang berempati kepada masyarakat.

"Di saat sekarang dengan keadaan ekonomi yang berat kita harus betul-betul berempati kepada masyarakat agar kebangkitan ini terus kita tingkatkan," ujar Sandiaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/6).

Dalam rapat dengan Komisi X DPR RI, Sandiaga mengaku telah bersepakat untuk mengambil kebijakan yang berpihak kepada kelestarian Borobudur.

"Masukan dari anggota dan pimpinan Komisi X DPR adalah kami sepakat bagaimana kebijakan yang diambil berpihak kepada kelestarian budaya memastikan bahwa kondisi candi Borobudur dalam keadaan yang tentunya akan menjaga dan harapannya adalah kebutuhan masyarakat kita yang mulai bangkit ini bisa kita jaga dengan baik," jelasnya.

Sandiaga juga diingatkan agar kenaikan harga tiket masuk Borobudur perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Politikus Gerindra ini menjamin akan mengambil keputusan yang berpihak kepada kelestarian Borobudur dan kesejahteraan masyarakat.

"Tentunya akan kita gunakan untuk mengambil keputusan yang pasti berpihak pada kelestarian dari candi Borobudur itu dan juga bagi kesejahteraan masyarakat agar lapangan kerja yang tercipta," kata Sandiaga.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memutuskan kenaikan tarif Candi Borobudur Rp750 ribu ditunda. Keputusan itu dibuat usai ada perdebatan di publik, selain itu, pihaknya masih akan melakukan evaluasi terkait pengelolaan Borobudur.

"Jadi soal tiket itu saya kira kita hold aja dulu. Kita lihat lagi nanti bagaimana baiknya," katanya di kompleks parlemen Senayan, Kamis (9/6).

Meski demikian, Luhut memastikan tarif baru Borobudur tidak terlampau tinggi jika dibandingkan dengan tiket pariwisata dunia.

"Ya kita lihat nanti, kita dengarkan lagi pendapat masyarakat. Tapi itu sudah kita bandingkan dengan seluruh dunia, ya harganya kira-kira segitu," ujarnya.

"Yang lupa diberitahukan adalah dari (harga tiket) itu ada 25 persen untuk anak sekolah, itu hanya bayar Rp5.000," sambungnya.

Oleh karena itu, Luhut meminta masyarakat tidak nyinyir dengan keputusan terkait Borobudur. Sebab, keputusan dibuat berdasar studi dan data. "Jadi kita jangan jadi bangsa yang nyinyir gitu lho," ucapnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel