Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp3,75 Juta Dinilai Diskriminatif

Merdeka.com - Merdeka.com - Ahli Strategi Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi mengkritik kebijakan pemerintah terkait penyesuaian tarif masuk Taman Nasional (TN) Komodo menjadi sebesar Rp3,75 juta per orang. Adapun kebijakan penyesuaian harga tiket ini akan berlaku pada 1 Agustus 2022.

Taufan menilai, kebijakan penyesuaian tarif tiket tersebut bersifat diskriminatif. Mengingat, besaran tarif yang diputuskan hanya akan mengakomodir kelompok wisatawan menengah ke atas dan menyulitkan kelompok ekonomi miskin untuk mengunjungi TN Komodo.

"Bagi saya setiap destinasi wisata sangat terbuka untuk dikunjungi oleh siapapun. Wisata Komodo bukan mendiskriminasi sebagai wisatawan kaya atau wisatawan miskin," ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, Jakarta, Minggu (17/7).

Selain bersifat diskriminasi, Taufan mengatakan penyesuaian tarif tiket tersebut akan mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. Sehingga, dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar yang bergantung pada aktivitas pariwisata.

"Selain mempertimbangkan sisi konservasi juga harus mempertimbangkan sisi kesejahteraan masyarakat yg bergantung hidup dari sektor pariwisata," ujarnya.

Harapan ke Pemerintah

Oleh karena itu, Taufan meminta pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan penyesuaian tarif masuk TN Komodo menjadi sebesar Rp3,75 juta per orang. Hal ini demi melindungi kesejahteraan masyarakat yang bergantung hidup dari sektor pariwisata.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, penyesuaian tiket masuk Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi Rp3,75 juta per orang yang berlaku 1 Agustus 2022, untuk kepentingan biaya konservasi nilai jasa ekosistem lingkungan di kawasan tersebut.

Besaran tarif tiket ini merupakan total keseluruhan dari biaya konservasi nilai jasa ekosistem selama satu tahun yang diperoleh melalui kajian dari para ahli. Nilai jasa ekosistem sendiri merupakan sumber daya alam yang menunjang keberlangsungan kehidupan makhluk hidup, seperti air, oksigen, sumber makanan, dan mencakup pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh wisatawan.

Selain itu, biaya ini juga sudah termasuk dengan tiket masuk kawasan TNK dan pemberian suvenir buatan masyarakat sekitar Pulau Komodo bagi wisatawan yang datang berkunjung.

"Ini merupakan suatu keinginan bagi tugas dan tanggung jawab kita masing-masing untuk menjaga kelestarian dari apa yang dititipkan kepada kita untuk nanti jutaan dan puluhan juta tahun ke depan karena Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan karunia kekayaan alam yang perlu kita jaga bersama," kata Sandiaga dalam keterangannya, Selasa (12/7). [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel