TikTok Hapus 15 Video Hoaks tentang Pemilu Amerika Serikat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - TikTok telah menghapus 15 video yang dianggap melanggar ketentuan dan kebijakan perusahaan. Sejumlah video tersebut dihapus karena memuat informasi hoaks tentang Pemilu Amerika Serikat.

"Kami bekerja dengan serius untuk melindungi integritas platform kami saat siklus pemilu berlanjut," demikian pernyataan TikTok, dilansir dari theguardian.com, Jumat 6 November 2020.

TikTok berjanji akan terus menurunkan video berisi informasi palsu dan hoaks seputar Pemilu Amerika Serikat. TikTok juga akan menggunakan sumber daya dan teknologi untuk mendukung investigasi terhadap konten palsu.

"Kami menghapus kesalahan informasi pemilu seperti yang teridentifikasi, secara proaktif melalui teknologi otomatis dan investigasi manusia, dan secara reaktif melalui laporan dari pengguna dan mitra kami," tambah TikTok.

Sementara, penelusuran Media Matters menemukan 11 konten palsu seputar Pemilu Amerika Serikat pada Rabu 4 November 2020. 11 konten tersebut telah 200 ribu kali ditonton.

Keesokan harinya, Media Matters menemukan video berisi teori konspirasi terkait surat suara. Video itu telah 200 ribu lebih ditonton warganet sebelum TikTok menghapusnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: