TikTok Kena Getok di Eropa

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Organisasi pembela hak konsumen Uni Eropa, BEUC, memprotes sejumlah kebijakan aplikasi TikTok yang dinilai tidak melindungi anak-anak. Mereka juga memprotes kebijakan TikTok untuk barang-barang virtual, di mana pengguna bisa membeli koin untuk membeli hadiah virtual kepada akun selebritas yang disukai.

Menurut BEUC, kebijakan tersebut tidak adil dan praktiknya menyesatkan. Oleh karena itu, mereka menuding TikTok telah gagal melindungi anak-anak dan remaja dari iklan tersembunyi dan potensi konten berbahaya di platform tersebut.

Baca: Viral Nonton TikTok Dapat Uang, Kominfo Gerak Cepat

"Kebijakan itu tidak jelas, ambigu, dan mendukung TikTok tapi merugikan penggunanya. Ketentuan hak cipta mereka tidak adil. Mereka memberi hak yang tidak bisa dibatalkan kepada TikTok untuk menggunakan, mendistribusikan dan membuat ulang video yang diunggah pengguna. Tanpa remunerasi," demikian keterangan resmi BEUC, seperti dikutip dari situs TechCrunch, Selasa, 16 Februari 2021.

BEUC juga menuduh platform milik ByteDance Technology ini juga keliru dalam memproses data pribadi pengguna. Aplikasi video singkat TikTok juga populer di kalangan anak-anak dan remaja Eropa. Beberapa organisasi mengkritik kebijakan keamanan dan privasi platform ini setelah beberapa insiden di kawasan tersebut.

Setidaknya ada 15 organisasi konsumen di Eropa yang mengadukan TikTok ke otoritas negara mereka dan meminta untuk segera mengambil tindakan.

Juru bicara TikTok menyatakan sudah berkomunikasi dengan BEUC dan bersedia bertemu untuk membicarakan protes tersebut. TikTok menyatakan sedang membuat ringkasan kebijakan privasi di dalam aplikasi tersebut agar para remaja memahami aturan yang diterapkan oleh mereka.