Tiktok Luncurkan Fitur Baru Agar Konten Hoaks Tak Cepat Menyebar

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tiktok terus menambahkan fitur baru untuk mencegah penyebaran hoaks. Terbaru, mereka akan menandai setiap video yang akan dibagikan saat konten dalam video tersebut sedang diperiksa oleh moderator atau lembaga pemeriksa fakta.

Jika pengguna tetap ingin menyebarkan video tersebut maka akan ada pertanyaan tambahan yang berisi keterangan video dicurigai berisi konten hoaks. Tiktok meyakini fitur ini akan memperlambat atau mengurangi penyebaran konten video yang dicurigai hoaks.

Dalam masa percobaan sebelum diluncurkan, Tiktok mengklaim ada penurunan hingga 24 persen bagi para pengguna yang ingin berbagi video dengan konten yang berpotensi palsu. Selain itu tingkat likes pada konten hoaks juga menurun hingga tujuh persen.

"Kami punya tanggung jaab untuk melawan konten yang palsu, salah atau hoaks. Itu sebabnya kami mendesain fitur ini agar pengguna tahu apa yang mereka sebarkan," ujar Gina Hernandez, Manajer Produk Tiktok seperti dilansir Dexerto.

"Fitur ini akan bisa digunakan oleh pengguna global beberapa pekan ke depan. Untuk sekarnag fitur ini bisa digunakan oleh pengguna di AS, Kanada, dan Inggris."

Kerjasama

Ilustrasi Hoaks. (Freepik)
Ilustrasi Hoaks. (Freepik)

Tiktok juga menjelaskan selama ini mereka bekerja sama dengan lembaga pemeriksa fakta yakni Politifact, Lead Stories, dan SciVerify.

"Terkadang lembaga pemeriksa fakta butuh waktu untuk mengklarifikasi berita yang beredar, jadi itu sebabnya fitur ini kami buat. Yang jelas jika lembaga pemeriksa fakta menyimpulkan ada konten yang salah maka kami langsung menurunkan videonya."

Saksikan video pilihan berikut ini: