TikTok, Reddit, dan Facebook Digempur Konten Hoaks Ivermectin Obat Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - TikTok, Reddit, dan Facebook tengah berupaya melawan penyebaran konten palsu dan hoaks tentang ivermectin, obat anti-parasit yang telah mendapatkan daya tarik di kalangan antivaksin sebagai pengobatan Covid-19.

Penjualan ivermectin yang ditujukan untuk hewan, serta panggilan ke pusat kendali racun, telah meningkat cukup banyak sehingga FDA mengeluarkan pembaruan konsumen yang melarang obat tersebut dikonsumsi manusia untuk mencegah Covid-19.

Di TikTok, ditemuan beberapa video yang mempromosikan ivermectin sebagai obat Covid-19. Bahkan beberapa video sampai ditonton lebih dari 1 juta kali. Video tersebut menyebar dengan tagar #ivermectin4covid dan #ivermectinworks.

Dikutip dari theverge.com, TikTok kemudian mengambil langkah tegas dengan menghapus video tersebut karena melanggar pedoman komunitas dan memblokir tagar.

Sementara di Reddit, moderator dari beberapa ratus subreddit meminta platform untuk mengambil tindakan terhadap kesalahan informasi Covid-19, termasuk melarang subreddit yang menyebarkan disinformasi medis.

CEO Reddit, Steve Huffman berbagi tanggapan terkait permasalahan tersebut. Ia mengatakna, Reddit merupakan tempat untuk diskusi dan debat terbuka dan otentik.

Huffman menambahkan, Reddit akan mengambil tindakan ketika orang mempromosikan penipuan atau hal-hal yang mengarah ke tindakan berbahaya.

Moderator mengkritik posting Huffman, mengatakan bahwa subreddit yang mempromosikan penggunaan ivermectin mendorong bahaya tetapi telah diizinkan untuk tetap ada.

Menurut juru bicara, Reddit saat ini sedang meninjau r/ivermectin dan komunitas terkait di situs tersebut. Reddit baru-baru ini mengkarantina r/NoNewNormal, sebuah subreddit anti-mask, anti-vax.

Sedangkan di Facebook, tak sedikit pengguna berbagi informasi yang salah dan membuat posting sponsor yang mempromosikan dan mengiklankan ivermectin untuk mengobati atau mencegah Covid-19.

Menurut juru bicara Facebook, pihaknya sudah mengambil tindakan tegas dengan menghapus konten berisi promosi serta ajakan membeli ivermectin untuk menyembuhkan Covid-19.

"Kami juga memberlakukan terhadap akun atau grup apa pun yang melanggar kebijakan Covid-19 dan vaksin kami, termasuk klaim bahwa ivermectin adalah jaminan penyembuhan atau pencegahan yang dijamin, dan kami tidak mengizinkan iklan yang mempromosikan Ivermectin sebagai pengobatan untuk Covid-19 ," demikian pernyataan juru bicara Facebook.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel