TikTok Secara Otomatis Akan Hapus Konten dan Akun yang Melanggar Kebijakan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - TikTok menegaskan akan menggunakan lebih banyak otomatisasi untuk menghapus video dari platform-nya yang melanggar kebijakan komunitas.

"Saat ini, video yang diunggah akan terdeteksi melalui teknologi yang berfungsi untuk mengenali dan menandai potensi pelanggaran yang kemudian ditinjau oleh anggota tim keselamatan. Jika pelanggaran teridentifikasi, video tersebut akan dihapus dan pengguna akan diberi tahu," kata TikTok.

Perusahaan milik ByteDance itu menambahkan bahwa selama beberapa minggu ke depan akan mulai secara otomatis menghapus beberapa jenis konten yang melanggar kebijakan keselamatan, ketelanjangan dewasa dan aktivitas seksual, konten kekerasan dan grafis serta aktivitas dan barang ilegal.

Diwartakan Reuters, Senin (12/7/2021), perusahaan mengatakan langkah ini akan membantu tim keselamatannya untuk lebih berkonsentrasi pada area yang sangat kontekstual, seperti intimidasi dan pelecehan, informasi yang salah, serta perilaku kebencian.

"Kami akan mengirimkan peringatan pada pelanggaran pertama. Namun, jika terjadi pelanggaran berulang, pengguna akan diberi tahu dan akun juga dapat dihapus secara permanen," tutur TikTok, menegaskan.

Perubahan tersebut terjadi ketika jaringan media sosial, termasuk Facebook dan TikTok, mendapat kecaman karena dianggap memperkuat ujaran kebencian dan informasi yang salah secara global di seluruh platform mereka.

Cara Melamar Pekerjaan via Aplikasi TikTok

Ilustrasi TikTok, Aplikasi TikTok.  Kredit: antonbe via Pixabay
Ilustrasi TikTok, Aplikasi TikTok. Kredit: antonbe via Pixabay

Sebelumnya, TikTok menguji tool untuk melamar pekerjaan yang memungkinkan penggunanya untuk langsung mengajukan resume video ke perusahaan seperti Chipotle, Target, dan Shopify.

Program percontohan jangka pendek, yang disebut sebagai TikTok Resumes ini berasal dari konten yang muncul secara organik di platform, seperti #CareerTok dan inisiatif perusahaan yang disengaja untuk memengaruhi mahasiswa dan pengguna yang lebih muda.

Mengutip The Verge, Kamis (8/7/2021), ada lebih dari 30 perusahaan yang mendaftar untuk menerima resume untuk uji coba, yang akan berlangsung hingga 31 Juli.

Cara menggunakannya, kamu harus membuat resume video, mempostingnya ke TikTok dan kemudian mengirim video itu ke perekrut melalui aplikasi.

Video instruksional untuk program percontohan merekomendasikan pelamar untuk tidak menyertakan informasi kontak pribadi, seperti alamat email dalam video yang dibagikan secara publik.

Jenis Pekerjaan yang Diincar Perusahaan

Ilustrasi TikTok via Google Play Store
Ilustrasi TikTok via Google Play Store

Beberapa pekerjaan yang saat ini terdaftar termasuk melakukan tugas untuk menghasilkan konten di TikTok.

Misalnya, Alo Yoga mempekerjakan manajer media sosial melalui Resume TikTok yang akan mengembangkan strategi TikTok untuk merek dan bermitra dengan influencer.

Juga ada organisasi yang mencari host dan produser video untuk menjangkau berbagai platform, seperti tim basket Detroit Pistons.

Perusahaan seperti Target, Chipotle, Sweetgreen, dan Great Clips juga menggunakan platform ini untuk menemukan karyawan pemula dan menengah untuk bekerja di toko atau gudang.

Pengiriman Resume Dibuka 7 hingga 31 Juli

Fitur Tag Location di TikTok (Foto: TikTok)
Fitur Tag Location di TikTok (Foto: TikTok)

Meski uji coba ini bersifat sementara, namun langkah ini menunjukkan bagaimana TikTok berpikir tentang pelatihan dan pemasangan ekosistem pembuat konten profesional untuk memperluas pengaruhnya.

Ini adalah cara mudah untuk mencocokkan perusahaan yang ingin mendapuk Gen Z dengan pembuat konten yang mahir dan berpengaruh untuk bekerja full time.

Resume TikTok akan terbuka untuk pengiriman mulai 7 hingga 31 Juli. Dan bagi kamu yang memiliki resume panjang, untungnya TikTok meluncurkan video berdurasi tiga menit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel