TikTok Shop Makin Digemari Perempuan Belanja Online

Merdeka.com - Merdeka.com - Social commerce kian populer lantaran dianggap menjadi opsi baru untuk berbelanja online sambil tetap berselancar media sosial. Sementara di sisi penjual, social commerce memungkinkan mereka untuk menjangkau calon pelanggan yang lebih luas. Maka tak heran, jika 86 persen masyarakat Indonesia pernah berbelanja melalui platform media sosial. Angka itu berdasarkan survey yang dilakukan Populix.

"Sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui dan pernah mencoba berbelanja melalui social commerce untuk transaksi sehari-hari seperti membeli pakaian dan produk kecantikan. Lebih dari itu, pesatnya tren social commerce yang dibawa oleh pandemi Covid-19 ini, juga turut mendorong kemunculan platform-platform jual beli berbasis interaksi sosial sebagai alternatif pilihan medium berbelanja bagi masyarakat," kata Timothy Astandu, Co-Founder dan CEO Populix dalam keterangannya, Kamis (22/9).

Dalam survey tersebut disebutkan, TikTok Shop menjadi platform kegemaran masyarakat untuk berbelanja. Sebanyak 45 persen responden mengatakan bahwa TikTok Shop kerap digunakan untuk shopping. Diikuti dengan WhatsApp sebanyak 21 persen, lalu Facebook Shop 10 persen. Setelah itu, disusul Instagram Shop 10 persen.

"Mayoritas masyarakat berbelanja pakaian dengan rata-rata pengeluaran Rp 275 ribu per bulannya," ungkap dia.

Masyarakat juga mengatakan akan tetap menggunakan TikTok Shop dan Facebook Shop, serta mempertimbangkan untuk lebih banyak menggunakan Instagram Shop dalam berbelanja di masa depan. Dari segi pengguna, saat ini, TikTok Shop merupakan medium yang paling banyak digunakan oleh perempuan, sedangkan WhatsApp dan Instagram Shop paling banyak digunakan oleh orang laki-laki berusia 36-45 tahun.

"Ke depannya, pengguna TikTok Shop akan terus didominasi oleh perempuan terutama mereka yang berusia 18-25 tahun di kota-kota kecil di seluruh Jawa. Sementara, Instagram Shop akan didominasi oleh konsumen dengan SES atas, dan WhatsApp akan lebih banyak digunakan oleh generasi yang lebih senior," kata dia.

Populix melakukan penelitian ini pada 28 Juli - 9 Agustus 2022. Survei tersebut dilakukan secara online melalui aplikasi Populix terhadap total 1.020 responden pria dan perempuan berusia 18-55 tahun di Indonesia. Responden menjawab pertanyaan yang disampaikan sekitar 15 menit. Pertanyaan survei dikemas dalam bentuk kuesioner tertutup dengan format pilihan ganda tunggal dan pilihan ganda kompleks. [faz]