Tikus Jantan Lebih Komunikatif Dibanding Tikus Betina

Oleh Tanya Lewis, Staf Penulis LiveScience | LiveScience.com

Sejumlah penelitian menunjukan, wanita cenderung mengungkapkan perasaan mereka terlebih dahulu dan menggunakan bahasa yang lebih rumit dibandingkan pria. Perbedaan itu bisa dipicu dari perbedaan tingkat protein pada otak.

Para ilmuwan telah lama memperdebatkan asal dan penyebaran perbedaan gender dalam bahasa. Sebuah protein bernama Foxp2 memiliki peranan penting dalam perkataan dan perkembangan bahasa pada manusia, serta komunikasi oral pada burung dan hewan mamalia lainnya. Pada tikus, bayi jantannya lebih sering mengeluarkan suara dibanding bayi betina dan para jantannya memiliki tingkat Foxp2 yang lebih tinggi.

Demikian yang ditulis para ilmuwan dalam “The Journal of Neuroscience” edisi 20 Februari.

“Penelitian ini adalah laporan pertama mengenai ekspresi bahasa pada jenis kelamin yang berbeda yang memiliki kaitan dengan protein pada manusia dan hewan,” tulis salah satu penulis hasil penelitian tersebut, Margaret McCarthy dari University of Maryland School of Medicine dalam sebuah pernyataan. “Penemuan itu meningkatkan kemungkinan bahwa perbedaan jenis kelamin dalam otak dan tingkah laku menjadi lebih dalam dan kuat dibanding yang diduga sebelumnya.”

Margaret dan rekan-rekannya mengukur jumlah Foxp2 pada otak tikus pejantan dan betina yang berusia empat hari, dan membandingkannya dengan tekanan ultrasonik pada hewan pengerat tersebut saat mereka diambil dari sarangnya,

Para ilmuwan menemukan bahwa bayi tikus pejantan membuat lebih banyak suara saat dipisahkan dari ibu dan suadaranya dibandingkan bayi betina. Penjantan tersebut mengelurkan suara dua kali lebih banyak saat dipisahkan dari induknya selama lima menit, induknya kemudian mendatangi bayi pejantan tersebut terlebih dahulu dan mengambilnya. Pejantan juga memiliki lebih banyak protein Foxp2 di bagian otak mereka yang terhubung dengan suara, emosi dan kognitif.

Kemudian, para ilmuwan mengurangi tingkat kandungan Foxp2 pada pejantan dan meningkatkan protein itu pada betinanya. Kini bayi betinanya mengeluarkan suara lebih banyak dibanding pejantan, dan ibu tikus tersebut memprioritaskan untuk mengambil bayi betina tersebut ke sarang.

Tim Margaret juga melakukan penelitian awal dalam sebuah kelompok kecil anak-anak. Tidak seperti tikus, anak perempuan malah memiliki tingkat Foxp2 lebih banyak pada korteks, yang merupakan bagian terluar otak, dibandingkan dengan anak laki-laki. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa wanita melampaui pria dalam perkembangan bahasa.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.