Tilang Manual Dilarang, Ini Cara Mengurus Tilang Elektronik

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri melarang tilang manual. Kini semua pelanggaran lalu lintas akan ditilang secara elektronik. Simak cara mengurus tilang elektronik.

Bila sebelumnya pelanggar lalu lintas diberikan surat tilang langsung. Korlantas akan menggunakan sistem tilang elektronik atau ETLE dengan fitur pengenal wajah atau Face Recognition (FR).

Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Aan Suhanan mengatakan, penerapan FR itu dilakukan untuk para pengemudi yang tidak menggunakan pelat nomor kendaraan saat berkendara.

"Hal tersebut sebagai wujud pemaksimalan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), untuk menindak pengendara yang tidak menggunakan pelat atau memakai pelat nomor palsu," katanya seperti dikutip dalam akun Instagram Divisi Humas Polri, Jumat (4/11).

"Sehingga, datanya akan masuk ke bidang manajemen penelitian khusus di E-TLE nasional," tambahnya.

Nantinya Perangkat Face Recognation secara otomatis menangkap pelanggaran lalu lintas yang dimonitor dan mengirimkan media barang bukti pelanggaran ke Back Office ETLE di RTMC Polda Metro Jaya.

Selanjutnya, Petugas mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan bermotor untuk permohonan konfirmasi atas pelanggaran yang terjadi. Surat konfirmasi adalah langkah awal dari penindakan.

Pemilik kendaraan wajib mengonfirmasi tentang kepemilikan kendaraan dan pengemudi kendaraan pada saat terjadinya pelanggaran.

Jika kendaraan yang dimaksud sudah bukan menjadi kendaraan milik orang yang mendapat surat konfirmasi, maka hal itu harus segera dikonfirmasikan. Kalau memang terbukti melanggar, pengendara bisa langsung mengurus pembayaran denda tilang elektronik.

Berikut tata cara mengurus tilang elektronik mengutip dari Laman instagram Intelligence Road Safety Media Management (IRSMM) Korlantas Polri.

1. Kunjungi laman https://etle-pmj.info/id/check-data
2. Masukkan nomor pelat kendaraan, nomor mesin, dan nomor rangka sesuai dengan STNK
3. Setelah terisi semua, pilih 'Cek Data'
4. Jika tidak terdapat pelanggaran, maka akan muncul 'No Data Available', namun jika terdapat pelanggaran maka akan muncul catatan waktu, lokasi, status, pelanggaran, serta tipe kendaraan.
5. Lakukan konfirmasi pelanggaran dan kepemilikan kendaraan ke polisi
6. Setelah konfirmasi, polisi mengirimkan surat tilang kepada pemilik kendaraan
7. Pemilik kendaraan menerima kode pembayaran virtual melalui bank BRI
8. Tenggang waktu pembayaran selama 7 hari jika melewati maka STNK akan diblokir. [rnd]