Tilang Pesepeda, Polda Metro Koordinasi dengan Kejaksaan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pihak kepolisian sedang mempersiapkan untuk menerapkan sanksi tilang terhadap pesepeda yang melanggar aturan lalu lintas. Mengingat semakin banyak keluhan, lantaran pengguna sepeda kerap kali menutup badan jalan sehingga mengganggu pengendara lainnya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo, menjelaskan sedang berkoordinasi dengan kejaksaan, pengadilan, hingga ahli hukum pidana sebelum menerapkan aturan itu.

"Tentu ini harus kita bicarakan juga dengan CJS (Criminal Justice System), dengan pengadilan, kejaksaan dan kita akan ngundang ahli hukum pidana," ujar dia kepada wartawan, Senin 31 Mei 2021.

Baca juga: Dikirimi Kurma Palestina dari Pendeta Gilbert, Anies: Dukungan Nyata

Kata dia, aturan berlalu lintas bagi pengguna jalan tidak bermotor atau sepeda, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Tapi, teknis penindakannya belum ada mengingat sepeda dan pesepeda tak dilengkapi STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan SIM (Surat Izin Mengemudi).

"Artinya masyarakat itu bertanya-tanya kalau memang ditindak apanya yang dijadikan barang bukti? Bagaimana proses hukumnya?," katanya.

Sambodo menilai penegakan hukum terhadap pesepeda perlu dilakukan. Pasalnya, di tengah meningkatnya aktivitas pesepeda dikhawatirkan menimbulkan keributan dengan pengguna jalan yang lain jika tidak ada penegakan hukum.

"Ini masalah mendesak, karena saya khawatir kalau ini dibiarkan suatu saat akan terjadi keributan antara pengendara sepeda motor dengan pengendara sepeda, khususnya road bike. Apalagi sebetulnya sudah ada jalur sepeda yang disiapkan oleh pemerintah," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, 100kpj.com, seorang pengendara motor Honda Beat seketika viral di media sosial. Ini menyusul aksinya yang marah kepada rombongan pesepeda yang terekam dalam sebuah foto.

Mengutip dari akun Goshow.cc, rombongan sepeda tersebut melintasi di daerah Dukuh Atas. Para pesepeda yang menggunakan lane kanan hendak kembali tetapi ada bus yang menghalangi pada persimpangan underpass.

Foto tersebut seketika viral, dan netizen banyak mendukung kepada pemotor itu. Sebab, jalur untuk sepeda memang sudah ada. Plat AA pun menjadi trending nomor satu di Twitter.

"Berani beraninya ama pejuang antipolusi ibukota," tulis keterangan postingan foto itu di akun Twitter @samartemaram.

"Pengendara motor beat sangat mewakili perasaan pemotor lain," komentar salah satu netizen.

"Ya gimana ya, kadang kalo ditlakson satu dua kali ga minggir kok. klo lagi santai mah gpp tpi klo lagi buru2 udah jalanan diembat semua, ga ngasih jalan pdahal udah ditlakson berkali2 ya emosi juga lah," cuit akun lainnya.

Aturan bersepeda sendiri memang sudah dibuat melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang keselamatan pesepeda di Jalan. Yakni, lajur sepeda adalah bagian Jalur yang memanjang, dengan atau tanpa marka jalan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel