Tim Ahli WHO Akan Ungkap Misteri Penyebaran Virus Corona di China

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah tim yang terdiri dari para ahli akan berangkat ke Wuhan, China, untuk menginvestigasi kebenaran di balik merebaknya virus corona yang memicu pandemi. Para ahli dari WHO itu akan melakukan perjalanan tersebut pada Januari tahun depan setelah berbulan-bulan bernegosiasi akses dengan pemerintah China.

Mereka berangkat ke sana untuk menggali hingga ke akar-akarnya mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada akhir 2019 lalu. Diyakini bahwa virus SARS-CoV-2 menular dari hewan ke manusia untuk pertama kalinya.

Meski sudah muncul teori yang mengatakan bahwa virus corona berasal dari pasar basah di Wuhan pada akhir tahun lalu, tapi masih banyak teori lain yang mengatakan wabah itu terjadi di daerah lainnya dan muncul lebih awal.

China juga banyak dituduh negara lain karena menutupi wabah dan merendahkan keparahannya, sebagian besar dikemukakan oleh pemerintahan Trup di Amerika Serikat.

Dilansir laman Daily Star, seorang ahli biologi dalam tim itu mengatakan, inti dari perjalanan tersebut bukanlah mencari kambing hitam, tapi untuk memahami kapan virus mulai menyebar dan apakah benar berasal dari Wuhan atau bukan.

"Ini mengenai memahami apa yang terjadi dan melihat apakah, berdasarkan data itu, kita bisa mengurangi risikonya di masa depan," ujar Fabian Leenderts dari Robert Koch Institute Jerman kepada Associated Press.

Tim ahli WHO itu memperkirakan misi akan dijalankan selama empat atau lima pekan. Jika berhasil, investigasi itu akan membuka petunjuk asal muasal virus yang masih menjadi misteri selama setahun setelah merebak.

Misi ini juga akan menjawab sejumlah pertanyaan penting seperti bagaimana virusnya bisa menginfeksi manusia, misalnya apakah hewan 'memberi' virus itu kepada seseorang untuk pertama kali dan apakah ada atau tidak ada inang langsung.

Penemuan adanya virus corona di sejumlah negara lain beberapa bulan sebelum wabah di Wuhan, termasuk Italia dan Spanyol, memunculkan keraguan akan asumsi awal bahwa pasar basah di Hubei adalah benar pusat wabah.

Beberapa ahli kini percaya bahwa SARS-CoV-2 hanya menguat di Wuhan setelah sebelumnya muncul di tempat lain, meski sebagian lain menyangkal teori ini yang sangat dibantah oleh China.

Penelitian juga menyimpulkan bahwa virus corona yang mampu menginfeksi manusia sudah beredar tanpa terdeteksi pada hewan seperti kelelawar selama beberapa puluh tahun.

Teori konspirasi menyebut bahwa virus ini bocor dari sebuah laboratorium di Wuhan, tapi tidak pernah terbukti. Ada juga dugaan kalau China sengaja menyebar virus corona sebagai senjata biologi, namun ini juga tidak pernah terbukti benar.