Tim dari Mabes Polri olah TKP penembakan di Rutan Sleman

MERDEKA.COM. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri Komjen Fajar Prihantoro menyatakan Mabes Polri berencana akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Lapas II Mlati Sleman DI Yogyakarta terkait penembakan 4 tahanan titipan Polda DIY.

"Jadi tim yang di sana sudah ada untuk mengolah TKP dengan Polda Jogja," ujar Fajar di Ditpol Satwa, Depok Jawa Barat, Rabu (27/3).

Menurut Fajar, dia juga belum mendapat informasi terbaru tentang hasil olah TKP tersebut. Dia juga mengatakan belum ada kejelasan siapa penembak misterius itu, apakah berasal dari anggota Kopassus atau bukan.

"Belum ada kemungkinan, masih menjelang pemeriksaan," kata dia.

Fajar juga tak tahu persis informasi yang mengatakan akan ada aksi sweeping kos. "Saya belum ke sana, saya di sini," lanjut Fajar.

Pada kesempatan yang sama, Kabaharkam Polri Komjen Oegroseno mengatakan fungsi Baharkam sendiri akan ditingkatkan dengan pemasangan teknologi informasi seperti kamera misalnya, tak hanya dipasang di lapas tetapi di Kementerian Hukum dan HAM.

"Kalau fungsi Baharkam kita lebih banyak menekankan kepada pemeliharaan keamanan. Dengan beberapa kejadian seperti di lapas itu, pemakaian teknologi informasi di bidang pengamanan kita tingkatkan," kata dia.

Baca juga:
5 Alasan polisi sulit ungkap penyerbuan Lapas Cebongan
Ada sandi khusus yang digunakan penyerang Lapas Cebongan
IPW: Polisi harusnya sudah buat sketsa penembak di Lapas Sleman

Topik pilihan:
Pelecehan Seksual | Soeharto | Polisi Teladan | Penembakan Lapas | KLB Demokrat

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.