Tim Divisi Humas bawa bantuan Kapolri untuk korban gempa Cianjur

Mabes Polri mengerahkan Tim Divisi Humas turun membawa bantuan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk korban bencana gempa dengan magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin malam, menjelaskan rombongan Tim Divisi Humas Polri membawa bantuan sosial dari Kapolri sebanyak 3.000 paket yang terdiri atas beras, minyak goreng, gula pasir, kecap, teh celup, susu kental manis, biskuit, dan mie telor.

Adapun paket nonsembako yang dikirim berupa selimut sebanyak 1.000 lembar, kasur lipat 300 lembar dan tenda peleton empat buah.

"Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi korban dan berharap semuanya kembali pulih," kata Dedi.

Baca juga: BNPB: Korban meninggal akibat gempa Cianjur bertambah jadi 62 jiwa

Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan selain membawa logistik bantuan, Tim Divisi Humas Polri juga diturunkan untuk memperkuat penyebarluasan informasi terkini penanganan gempa di Cianjur.

"Selain meliput, anggota juga diminta untuk membantu para korban. Menunjukkan Polri hadir di tengah masyarakat bertugas melayani, membantu dan mengayomi," katanya.

Ia menyebutkan ada 13 anggota Divisi Humas Polri yang terdiri dari Biro Penerangan Masyarakat (Penmas), Biro Multimedia dan Biro PID ikut dalam kegiatan penanganan gempa.

"Ada lima wartawan media nasional juga diberangkatkan untuk meliput kegiatan penanganan pascagempa di Cianjur," tambah Dedi.

Baca juga: Ridwan Kamil konfirmasi 162 korban meninggal akibat gempa Cianjur

Dalam menjalankan tugas, Dedi meminta personelnya untuk mengedepankan sisi humanis.

Tim Humas Polri berangkat meninggalkan Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB. Tim bergerak menuju Cianjur dengan memilih jalur alternatif Jonggol karena jalan menuju Cianjur lewat Puncak, Kabupaten Bogor, terputus akibat gempa.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Cianjur yang dibagikan Divisi Humas Polri, hingga pukul 20.00 WIB dilaporkan ada 62 orang meninggal dunia, 326 korban luka-luka dan 13.784 orang warga mengungsi akibat gempa pada Senin siang.

Untuk kerusakan bangunan dilaporkan ada 2.345 unit rumah dan bangunan. Gempa juga mengakibatkan tanah longsor di Jalan Nasional Tapal Kuda Cugenang, Jalan Kabupaten Desa Cijedil.

Infrastruktur yang rusak berupa dua jembatan dan jalan, 11 fasilitas pendidikan SD, SMP, SMA dan pondok pesantren. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas kesehatan, delapan kantor pemerintahan dan tiga tempat ibadah.

Wilayah terdampak gempa dengan kerusakan parah tersebar pada tujuh kecamatan, yakni Cugenang, Cianjur Kota, Warungkondang, Cilaku, Sukaresmi, Cipanas, dan Pacet.