Tim dosen ITS rancang SPBKLU dukung ekosistem kendaraan listrik

Tim riset dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama PT Wiksa Daya Pratama (WDP) merancang Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) sebagai upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"Tiga dari sembilan unit SPBKLU merupakan hasil riset yang didanai oleh Program Matching Fund Kedaireka," kata Ketua tim riset dari ITS Alief Wikarta S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., di Surabaya, Selasa.

Sedangkan enam lainnya dipesan oleh PT Pertamina dan telah disebar di Pulau Bali sebagai upaya menyukseskan perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

"SPBKLU ini nantinya juga dapat digunakan oleh para pengemudi transportasi daring yang menggunakan sepeda motor lokal GESITS," kata dia.

Menurut Alief, penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pengguna yang merasa bahwa pengisian daya baterai motor listrik memakan waktu yang cukup lama.

Baca juga: Kemendes PDTT gandeng ITS susun master plan pembangunan desa wisata

Baca juga: Anargya ITS boyong empat penghargaan "Formula Bharat Pi-EV 2022"

"Sebagai upaya mempersingkat waktu, kami berinovasi membuat satu gerai penukaran baterai sehingga pengguna merasa lebih nyaman dan efisien," ujar dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.

Selain itu, Chief Financial Officer (CFO) PT WDP Mochammad Ilham Firdaus STr.Kom., menjelaskan, SPBKLU ini memiliki jumlah 10 slot baterai dengan model sliding cabinet. Selain itu, produk ini juga telah didukung protokol komunikasi RS485 CAN 2.0 dan jaringan Local Area Network (LAN) atau Wi-Fi.

"Produk ini memiliki perlindungan ganda, seperti lightning protection, over-load protection, over-charge protection, short circuit protection, dan temperature protection," ujar dia.

SPBKLU ini juga sudah dilengkapi dengan baterai backup sebesar 12V 7Ah yang dapat memberikan cadangan energi selama tiga hingga empat jam dalam kondisi bebas atau siaga.

Baca juga: Tim ITS raih juara umum IRC 2022 di AS

Tidak kalah penting lagi, pada tiap unit SPBKLU sudah terpasang kamera keamanan. Interface yang disematkan di SPBKLU ini pun sudah Android based, sehingga teknis penukaran baterai menjadi lebih mudah.

Pengguna hanya perlu menukar baterai lama dengan baterai baru yang sudah tersedia di dalam laci SPBKLU dalam waktu kurang dari lima menit.

"Dengan bantuan tim riset ITS, kami juga merancang Wiksa Swap Station, sebuah aplikasi bagi pengguna untuk melakukan monitoring dan transaksi berbasis QR Code," ujar Ilham.

Tak hanya itu, lanjut dia, aplikasi ini juga memuat fitur-fitur yang unik. Di antaranya adalah fitur lokasi SPBKLU terdekat, riwayat transaksi, hingga status baterai dan SPBKLU secara "real time".

Aplikasi ini dapat diunduh oleh para pengguna lewat PlayStore maupun AppStore di ponsel cerdas masing-masing.

Baca juga: Dosen ITS dinominasikan jadi finalis European Inventor Award 2022

Baca juga: Kemendes PDTT gandeng ITS untuk berdayakan desa tertinggal