Tim DVI Baru Terima Delapan Data Antemortem Keluarga Korban KM Ladang Pertiwi

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) baru mengumpulkan delapan data antemortem keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02. Hingga saat ini, 18 orang penumpang masih dilakukan pencarian.

Ketua Tim DVI Dokkes Polda Sulsel, Komisaris Besar Yusuf Mawadi mengatakan pihaknya sudah membentuk posko DVI di Pelabuhan Paotere Makassar. Sejak posko tersebut dibuka, baru delapan data antemortem keluarga korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02.

"Jumlah data keluarga antemortem yang sudah melapor ke kita itu total delapan. Data antemortem itu tentang korban," kata Yusuf kepada wartawan, Rabu (1/6) malam.

Yusuf mengaku hingga hari kelima pencarian, sudah 32 orang ditemukan. Dari jumlah tersebut 31 ditemukan dalam kondisi selamat, sementara satu orang meninggal dunia.

"Informasi kami terima sekitar kejadian memang ditemukan seorang (jasad) perempuan sudah ditemukan oleh keluarga. Namun tim tetap berkoordinasi dalam sekitar TKP bagaimana kondisinya si korban itu apakah perlu identifikasi atau proses DVI," tuturnya.

Yusuf mengaku meski ada pihak keluarga korban menolak jenazah dibawa ke Makassar untuk diidentifikasi, pihaknya tidak mempermasalahkan. Ia mengaku proses identifikasi bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk dengan menggunakan media elektronik.

"Prinsinya, selama prosedur rekonsiliasi bisa dilakukan dan kemudian hari itu bisa dilakukan. Saat inikan bisa langsung komunikasi video call," ucapnya.

Sebelumnya, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Sulsel mengumumkan adanya penemuan satu penumpang KM Ladang Pertiwi 02 dalam kondisi meninggal dunia. Korban meninggal dunia tersebut sebelumnya ditemukan oleh nelayan di sekitar lokasi tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02.

Analis Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Wahid DJ mengatakan pihaknya telah menerima data penemuan satu orang meninggal dunia yang merupakan penumpang KM Ladang Pertiwi 02. Wajid mengaku informasi ditemukannya korban meninggal pada pukul 16.00 Wita.

"Jadi informasi terakhir kami terima pukul 16.00 Wita dari keluarga korban bernama H Mahruf bahwa jenazah yang ditemukan diyakini termasuk orang tua bernama Hj Hajrah (72). Jenazah ditemukan sekitar Pulau Pemantauan yang ditemukan oleh perahu nelayan," ujarnya kepada wartawan di Pelabuhan Paotere Makassar, Rabu (1/6).

Wajid mengaku jasad Hj Hajrah diketahui berdasarkan cincin yang dikenakan dan dikenali oleh keluarga korban. Selain itu, terdapat luka patah pada jari tengah korban.

"H Mahruf ini salah satu keluarga terdekat" tuturnya.

Berdasarkan permintaan keluarga, kata dia, jenazah Hj Hajrah tidak akan dibawa ke Makassar untuk diperiksa oleh tim DVI Polda Sulsel. Terkait hal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Tim DVI Polda Sulsel.

"Permintaan keluarga korban bahwa jenazah ini akan tetap di Pulau Pemantauan, karena dia termasuk warga Pemantauan. DVI juga cuma meminta identitas keluarga korban," kata dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel