Tim gabungan evakuasi mayat dalam kecelakaan laut di Teluk Balikpapan

Tim gabungan yang dipimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hari ini mengevakuasi mayat korban akibat tenggelam setelah kecelakaan laut (lakalaut) di Teluk Balikpapan.

"Kapal Tagboat Blue Dragon 12, Sabtu (23/7), sekitar pukul 16.30 wita, terbakar diikuti dengan ledakan yang kemudian tenggelam. Saat kejadian, di kapal tersebut terdapat 12 ABK (anak buah kapal)," ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Waluyo di Sepaku, Senin.

Dari 12 ABK tersebut, terdapat satu orang yang hilang karena turut tenggelam bersama tagboat, yakni teknisi tagboat atas nama Erol Samallo, namun Senin ini korban ditemukan meninggal.

Sementara itu, terdapat tujuh ABK yang selamat dan tidak mengalami luka, yakni Laehe Tatampil, Asep Roni Buroni, Zulkipli, Risdinal Mitusala, Fahmi, Iqvan, dan Wira.

Baca juga: Perahu motor cepat jurusan Tarakan-KTT terbakar

Baca juga: Guspurla Koarmada III cari korban kecelakaan di laut Halmahera

Kemudian terdapat empat ABK yang selamat, namun mengalami luka-luka, yakni Gery Armanda (Chief Official), Ibnu Kholik (Second Chief Official), Jawarudin (Juru Mudi), dan Riza Fahny (Juri Mudi)

Ia menjelaskan, lokasi kejadian lakalaut berupa kapal meledak dan terbakar yang kemudian tenggelam tersebut, terjadi di perairan anak Sungai Semoi atau Sungai Sigren, Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, kawasan Teluk Balikpapan.

"Kronologis kejadian, pada Sabtu, 23 Juli, pukul 16.30 Wita, Tagboat Blue Dragon 12 dari Madura, sedang berlabuh di Sungai Sigren, di samping tongkang Sea Dragon 2712 untuk menunggu antrian bongkar muat batu bara di Pelabuhan Semoi Prima Lestari (SPL)," katanya.

Berdasarkan rencana, setelah memuat batu bara, tagboat tersebut akan berlanjut ke Muara Berau, Kabupaten Berau, masih wilayah Kalimantan Timur.

Kapal tagboat itu berlabuh sejak Rabu, 20 Juli, pukul 20.00 Wita, kemudian pada Sabtu, 23 Juli, pukul 16.30 Wita tiba-tiba meledak yang diduga berasal dari bagian tengah tagbout, sehingga mengakibatkan tagbout terbakar dan kemudian tenggelam.

Sejak Ahad pagi, tim gabungan melakukan pencarian, kemudian Tim Basarnas Balikpapan melakukan penyelaman pukul 13.50 Wita yang dilakukan oleh dua penyelam dan satu penyelam cadangan.

"Hasil penyelaman oleh Basarnas Balikpapan kemarin, menemukan lokasi kapal tagboat dan posisi kamar ABK yang diduga tempat korban ikut tenggelam," ujar dia.

Kemudian Senin ini, sekitar pukul 10.00 Wita, tim gabungan bergerak lagi ke lokasi, Basarnas Balikpapan melakukan penyelaman pukul 10.30 wita, dengan penyelaman pertama diakhiri pukul pukul 11.10 wita.

"Hasil penyelaman pertama, tim penyelam menemukan korban di dalam kamar ABK dek bawah dalam kondisi meninggal, kemudian dilanjutkan penyelaman selanjutnya untuk mengevakuasi korban ke permukaan," ujar Waluyo.*

Baca juga: Kapal barang kelontong dari Malaysia terbakar di Batam

Baca juga: Dua kapal kargo terbakar di Pelabuhan Rakyat Kalimas Surabaya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel