Tim gulat DKI Jakarta targetkan satu emas pada PON Papua

·Bacaan 2 menit

Tim gulat DKI Jakarta menargetkan satu medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan berlangsung 2-15 Oktober mendatang.

Berkaca dari capaian Pra PON 2019, tim gulat DKI Jakarta mencoba rasional dalam memasang target medali emas.

“Tentunya tidak mudah membawa medali emas, tetapi kita akan berjuang keras mendapatkannya,” ujar pelatih tim gulat DKI Jakarta Dedy Rukmana dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Dedy, KONI DKI Jakarta menargetkan satu medali emas. Namun, lima pegulat yang bertanding akan mencoba memberikan hasil lebih, walau bukan perkara mudah.

"Jawa Timur dan Kalimantan Timur, dua provinsi yang paling diperhitungkan. Dari capaian Pra PON lalu, dua provinsi ini sangat mendominasi, bahkan di setiap kelas. Jawa Timur meloloskan semua atletnya, sedangkan Kalimantan Timur hampir semua yang lolos,” tambah Dedy Rukmana.

Lima pegulat DKI Jakarta akan berlaga di PON Papua yaitu Andika Sulaeman (grego 77 kg), M.Rudiansyah (grego 87 kg), Nur Rusli (grego 130 kg), Rudi Hariyanto (gaya bebas putra bebas 125 kg), dan Selfie Ajeng (gaya bebas putri 50 kg).

Sebanyak 106 pegulat dari 15 provinsi akan bertanding pada 8-14 Oktober dengan memperebutkan 18 set medali.

Baca juga: KONI DKI targetkan raih juara umum di PON XX

Sementara Technical Delegate (TD) gulat PON XX Papua Yahya Madjid mengatakan, seluruh atlet gulat diharapkan sudah berada di Merauke pada 5 Oktober, karena pada 6 dan 7 Oktober diadakan refreshing wasit dan perangkat pertandingan.

Pertandingan gulat PON akan digelar di GOR Futsal Dispora Merauke, sementara tempat latihan di GOR Hiad Sai, Merauke.

Yahya menambahkan, panitia terus melakukan komunikasi intensif dengan panitia pelaksana lokal di Merauke, termasuk pengamanan dalam gedung pertandingan. Hal tersebut mengingat gulat termasuk yang rawan protes.

Pihaknya juga sudah membagikan Technical Hand Book (THB) ke seluruh pengprov dan KONI.

“Kita on the track, sejauh ini tidak ada masalah,” ujar Yahya Madjid.

“Kita berharap semua tim atau kontingen mematuhi apa yang sudah ditentukan dalam Technical Hand Book (THB). Semua diatur di situ,” tambahnya.

Baca juga: Atlet gulat Jambi diharapkan raih medali di PON XX Papua
Baca juga: Pegulat Kaltim Aliansyah optimistis rebut medali emas keempat di PON
Baca juga: Disorda Papua verifikasi hibah peralatan PON XX di Merauke

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel