Tim Juara KBKM Kemendikbudristek 2021 Hadirkan Inovasi dan Solusi bagi Desa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dua kelompok anak muda berhasil menjadi juara dalam program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2021. Dalam program yang mempertemukan kemajuan teknologi dengan budaya itu, kedua tim mampu menunjukkan inovasi yang berkontribusi bagi kebudayaan.

Adalah tim "Sirel" dan "Haminjon" yang berhasil menyisihkan 19 tim lain yang juga lolos ke tahap nasional. Tim Sirel berhasil memikat para juri dengan membuat aplikasi scan relief candi. Sementara Haminjon membuat produk inovasi pewangi ruangan berbahan dasar rempah endemik Sumatra Utara, yakni Kemenyan Toba.

"Motivasi dan tujuan kami tentu saja kami ingin mengembangkan aplikasi kami dengan tujuan untuk melakukan kebudayaan terutama di lokasi Candi. Mulai dari kegiatan pariwisata dan kegiatan belajar mengajar lokasi Candi," ujar Assajie dari tim Sirel, dikutip dari siaran pers yang diterima Liputan6.com.

Menurut Assajie, aplikasi Sirel memberikan sebuah sistem informasi yang dapat memudahkan seluruh kegiatan tersebut. Dengan demikian masyarakat dan siswa bisa menikmati Candi dengan lebih mendalam hingga ke maknanya.

Tak hanya itu, Sirel pun bertujuan memajukan desa-desa di sekitar candi serta masyarakat yang hidup di lokasi sekitar. "Supaya masyarakat dapat memasarkan produk-produknya seperti atraksi atau wisata yang ada di lokasi Candi, mulai dari kuliner dan kegiatan-kegiatan seperti pembuatan batik dan sendratari," tambahnya.

Program Unggulan Kemendikbudristek

Tim juara KBKM 2021 bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid. (Foto: Dok. Istimewa)
Tim juara KBKM 2021 bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid. (Foto: Dok. Istimewa)

Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) merupakan salah satu program unggulan Kemendikbudristek guna memajukan kebudayaan dengan mempertemukan kemajuan teknologi dengan budaya di tiap daerah. Tahun ini, KBKM mengusung tema "Inovasi Desa untuk Pemajuan Kebudayaan."

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) tahun ini semakin bermakna karena selain digelar pada masa pandemi, para peserta membuat inovasi baru yang berfokus mengembangkan potensi serta memecahkan persoalan di desa-desa. Menurutnya, selama ini banyak inspirasi dari desa yang belum tergali.

Melihat potensi yang dimiliki para peserta KBKM, Nadiem yakin Indonesia akan unggul di panggung dunia. Nadiem berpendapat, agar Indonesia bisa bertahan dalam perubahan yang cepat maka penguasaan teknologi dan sains adalah hal yang sangat penting saat ini.

"Sains dan teknologi tanpa budaya tradisional tidak bisa memiliki nilai keunikan. Sedangkan budaya tanpa sains dan teknologi tidak bisa memberikan dampak besar khususnya di era digital saat ini," ujar Nadiem dalam sambutan di Malam Kemitraan KBKM 2021, Jumat (3/12/2021).

Nadiem melanjutkan, program KBKM yang membalut wawasan kebudayaan Nusantara dan perkembangan teknologi dapat menciptakan solusi kelanjutan atas tantangan yang dihadapi Indonesia. Selain itu, KBKM pun sejalan dengan semangat Kongres Kebudayaan untuk membangun pusat inovasi yang mempertemukan kemajuan teknologi dengan warisan budaya di tiap daerah.

Tercatat, 2.856 orang yang tergabung dalam 722 tim mengajukan ide dan gagasan untuk KBKM 2021. Namun hanya 21 tim yang berhasil lolos seleksi ke tahap Nasional dan mendapat pendampingan dan pelatihan dari Kemendikbudristek selama 2021. Di antara tim yang ikut serta, terdapat pula tim yang seluruh anggotanya penyandang disabilitas Tuli. Hal tersebut merupakan wujud komitmen KBKM dalam membentuk ekosistem budaya yang inklusif.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel