Tim Kalong Bongkar Penjualan Ribuan Baby Lobster di Jember, Satu Pelaku Diringkus

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Kalong Polres Jember menggagalkan upaya penyelundupan bayi lobster. Tim tersebut baru dibentuk beberapa minggu jelang Lebaran.

"Pada Rabu (11/5) pagi kemarin, Tim Kalong berhasil menggagalkan upaya penjualan 1.300 baby lobster. Penyidikan kami mengamankan seorang pelaku dengan inisial DF, warga Kecamatan Puger, Jember dan saat ini sudah berada di Mapolres Jember," kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, Kamis (12/5).

Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial H yang merupakan broker atau penyuplai baby lobster ke DF berhasil melarikan diri dan dalam pengejaran petugas.

"Rencana akan dikirim ke Banyuwangi, tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut," lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota ini.

Hery menjelaskan, modus dari pelaku adalah membeli baby lobster tersebut dari orang berinisial H yang saat ini masih buron.

Pelak DF yang merupakan pengepul akan menghubungi pembeli dari Banyuwangi untuk menentukan tempat pengambilan baby lobster tersebut.

"Jadi pelaku mendapatkan baby lobster dari H yang saat ini dalam perburuan kami, di mana setelah pelaku mendapatkan cukup baby lobster, pelaku akan menghubungi pembeli di atasnya untuk menentukan tempat transaksinya yang selalu berpindah-pindah untuk mengelabui petugas," jelas Hery.

Penjualan baby lobster yang dilakukan secara ilegal ini merupakan tindak pidana kejahatan karena dilakukan tanpa izin, dan pelaku juga tidak memiliki SIUP yang diatur dalam UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan.

"Penjualan secara ilegal yang dilakukan pelaku ini bisa dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam pasal 88 Junto pasal 16 ayat 1 atau pasal 92 ayat 1 junto pasal 26 ayat 1 UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, dan Junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 92 junto pasal 26 UU RI nomor 19 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dimana ancaman untuk pelaku adalah maksimal 8 tahun," papar Hery.

Sementara DF, dalam pengakuannya di hadapan media mengatakan, dia sudah melakukan aktivitas mengepul baby lobster ini selama dua tahun. Untuk satu baby lobster jenis Pasir ia jual seharga Rp6 ribu dan untuk jenis baby lobster mutiara dijual seharga Rp10 ribu rupiah per ekor.

Sedangkan untuk pengiriman baby lobster ke pembeli di atasnya, DF mengaku biasanya membawa baby lobster tersebut menggunakan plastik untuk pembungkusnya, kemudian dimasukkan ke dalam tas ransel.

"Untuk membawa baby lobster ini kami membungkusnya dengan plastik yang sudah diberi oksigen, kemudian kami masukkan ke dalam tas ransel untuk diantar ke pembeli, kadang pembeli datang ke Jember, kadang kami bertemu di gunung Kumitir," pungkas DF kepada wartawan. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel