Tim Labfor Selidiki Kebakaran Pasar Sentral Makassar, Empat Saksi Diperiksa

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua hari setelah kebakaran Blok B Pasar Sentral Makassar, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menurunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakukan penyelidikan. Mereka mengambil sejumlah barang bukti dan empat saksi untuk diperiksa.

Kasubdit Pemeriksaan Fisikal Digital Forensik Polda Sulsel Komisaris Wiji Purnomo mengatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Blok B Pasar Sentral Makassar. Ia menjelaskan, saat olah TKP, pihaknya mengambil sejumlah barang bukti seperti abu arang, sisa kain, dan kertas yang terbakar untuk menjadi sampel pemeriksaan di laboratorium.

"Tentunya kami punya kewajiban membuat berita acara pemeriksaan yang akan kami kirimkan kepada Kapolres Pelabuhan Makassar. Nanti hasilnya bisa tanya kepada pihak Polres," ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/12).

Ia merinci titik lokasi yang diperiksa dan diambil sampel adalah diduga titik awal munculnya api. Selain mengambil sampel barang bukti, kata Wiji, pihaknya juga meminta keterangan dari empat orang saksi.

"Saksi yang kita hadirkan ada empat orang tadi. Pertama Pak Syukur, terus Pak Haji penjual kopi yang mengaku pertama kali melihat kebakaran, kemudian dari pihak bagian yang mengurusi listrik, termasuk Pak Dirut PD Pasar," bebernya.

Meski telah melakukan pemeriksaan TKP kebakaran, Wiji mengaku membutuhkan waktu sekira 1-2 pekan untuk mengetahui penyebab kebakaran. "Kami sementara belum bisa simpulkan dan masih menunggu hasil lebih lanjut. Kita pada dasarnya bekerja secepat mungkin, ya setidaknya satu atau dua minggu," tegasnya.

Cari CCTV

Sementara Wakil Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar Komisaris Sugeng Suprijanto mengatakan, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi. Dari delapan orang yang sudah diperiksa di antaranya petugas jaga, pedagang, dan juga petugas pasar.

"Untuk sementara masih delapan orang kita periksa. Kasus tetap kami lakukan penyelidikan sampai kita bisa nyatakan ini apakah dibakar atau terbakar," ujarnya.

Selain itu, kata Suprijanto, pihaknya masih mencari CCTV atau kamera pengawas di sekitar lokasi. Ia mengaku nantinya CCTV akan melengkapi penyelidikan dengan keterangan saksi dan juga uji labfor.

"CCTV masih dicari. Kita lihat nanti bekas-bekas olah TKP dan menunggu hasil laporan pengembangannya dari pemeriksaan Labfor," sebutnya.

Setelah adanya uji Labfor, pihaknya menyerahkan pengamanan kepada Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Makassar. Nantinya, para pedagang yang ingin membersihkan puing-puing bisa dilakukan.

"Kami dari pihak kepolisian memberikan keamanan ini kepada petugas pasar agar lokasi dan wilayah ini tetap dijaga, sehingga pelaksanaan kegiatan pemulihan ekonomi bisa kembali lagi," tuturnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Ichsan Abdul Hussein membenarkan dirinya mendampingi tim Labfor Polda Sulsel untuk melakukan olah TKP. Ia berharap setelah turunnya tim Lafor Polda Sulsel, penyebab kebakaran bisa segera terungkap.

"Alhamdulillah tadi saya sudah mendampingi dari pihak kepolisian dalam hal ini labfor. Saya tadi masuk menjadi saksi, mudah-mudahan bisa secepatnya bisa mengungkap apa yang menjadi penyebab kebakaran ini," tegasnya.

Ichsan mengaku akan berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto terkait olah TKP dilakukan oleh tim Labfor Polda Sulsel. Selain itu, pihaknya juga akan membahas langkah selanjutnya dengan Wali Kota.

"Saya harus berkoordinasi dahulu dengan Bapak wali kota, karena di sini kan Pemkot sebagai stakeholder. Saya tidak akan buat keputusan dulu sebelum ada keputusan bersama," tegasnya.

Terkait relokasi pedagang yang menjadi korban kebakaran, Ichsan mengaku tetap akan dilakukan. Meski demikian, pihaknya akan mengajak pedagang untuk berkomunikasi.

"Kalau relokasi itu kemungkinannya iya. Saya akan memastikan dulu kepada pedagang maunya ini barang-barang atau puing-puing akan diapakan," ucapnya.

Ia berharap para pedagang bisa kembali berjualan, sehingga kegiatan ekonomi bisa kembali hidup di Pasar Sentral Makassar. [yan]