Tim MPL ID Season 6 – Bigetron Alpha: Robot membidik singgasana

Verdi Hendrawan
·Bacaan 11 menit

Performa Bigetron Alpha di musim reguler MPL Indonesia Season 5 begitu luar biasa dan menjanjikan, hingga tak sedikit pihak yang berpikir bahwa tim ini bakal menjadi kuda hitam terbesar untuk menghentikan dominasi EVOS Legends dan RRQ Hoshi. Namun, hal tersebut ternyata hanya sebuah fatamorgana.

Bagaimana tidak? Bigetron Alpha tampil penuh atraksi, kreasi, dengan META yang sukses membuka mata banyak pihak tentang game Mobile Legends hingga finis di posisi kedua musim reguler dengan raihan poin yang sama dengan RRQ Hoshi, mereka justru tampil melempem di playoff.

Tak tanggung-tanggung, Branz dkk tak sekali pun bisa meraih kemenangan. Di babak playoff, Bigetron Alph aharus turun ke lower bracket setelah takluk 1-2 dari EVOS Legends dan langsung tersingkir setelah tak bisa berbuat banyak kala menghadapi ONIC Esports yang berakhir dengan skor 0-2.

Meski demikian, performa Bigetron Alpha di sepanjang MPL ID Season 5 menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas besar untuk bisa berbicara banyak di Season 6. Perubahan pun telah dilakukan oleh manajemen untuk bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

ROSTER

Sebagai bagian dari perubahan yang dilakukan, manajemen Bigetron telah menghadirkan beberapa amunisi baru, tak hanya untuk melakoni MPL ID Season 6 tetapi juga menjadi yang terbaik. Kini mereka telah mendatangkan tiga pemain baru, meski satu di antaranya merupakan wajah lama.

Wajah lama yang dimaksud adalah Taka. Ia merupakan pemain yang pernah membela tim di MPL ID Season 3. Selain itu, Bigetron Alpha jug akini akan diperkuat oleh Rippo yang didatangkan dari tim MDL milik Genflix Aerowolf, serta Renbo dari Victim Esports.

Ketiga pemain ini didatangkan Bigetron Alpha untuk menggantikan dua pemain yang mereka lepas ke tim MDL mereka, Bigetron Bravo. Pemain tersebut adalah Warlord serta Sinyoo, atau yang sebelumnya dikenal sebagai pemilik IGN BTR.Annisa, yang akan menjadi salah satu pelatih di tim tersebut.

  • Rachmad “DreamS” Wahyudi (Tank)

  • Hengky “Kyy” Gunawan (Tank)

  • Akbar Tubagus “BRAVO” Wira Nirda (Offlaner)

  • Muhammad Arif “Rippo” Abdul Halim (Offlaner)

  • Jabran “Branz” Bagus Wiloko (Sidelaner)

  • Fadhil “Taka” Asra (Midlaner)

  • Deven “RENBO” Markos (Marksman)

“Saya sangat percaya bahwa tim ini sudah cukup kuat. Sebelumnya, saya sempat bingung setelah melakukan latihan mengenai siapa yang akan menjadi pilihan utama karena mereka semua menampilkan permainan terbaiknya. Namun sekarang saya sudah tahu siapa saja yang akan menjadi bagian dari roster utama,” ucap Amoux kepada ONE Esports.

PELATIH

Selain melakukan perubahan di lini pemain, manajemen Bigetron juga harus melakukan perubahan di sektor pelatih setelah mereka ditinggal oleh Ruben Sutanto yang awalnya mengaku meninggalkan BTR karena ingin fokus mempersiapkan pernikahannya, tetapi justru diperkenalkan RRQ Hoshi sebagai analis mereka. Sebagai gantinya, Bigetron Alpha kini merekrut Ariff “Amoux” Iswandi sebagai nakhoda baru.

Amoux merupakan pelatih yang cukup berpengalaman di scene Mobile Legends Singapura dan Malaysia. Dia sempat membawa Geek Fam MY menjadi juara MPL MY/SG.

Selain itu juga sukses mengantarkan Todak hingga ke grandfinal pada Season 4 dan peringkat ketiga di Mobile Legends World Championship 2019 (M1).

“Kekuatan utama saya adalah membuat para pemain percaya bisa meraih impian. Sebelumnya saat bersama Geek Fam MY, tak ada satu pun yang percaya mereka bisa menjadi juara. Begitu juga dengan pemain. Tetapi saya selalu mencoba meyakinkan para pemain bahwa saya di sini untuk membantu mereka meraih impian,” ujar Amoux.

“Sementara bersama Todak, mereka adalah tim baru dan tak ada satu pun yang mengenal pemain seperti Cikuu. Saya juga berusaha untuk membuat mereka percaya bisa meraih impian dengan bekerja keras secara bersama-sama.”

Dengan segudang pengalaman dan pembuktian tersebut, ternyata tak serta merta membuat Amoux merasa telah siap untuk bersaing di scene Mobile Legends Indonesia. Bahkan pelatih asal Singapura ini sempat tak percaya diri.

Meski demikian, akhirnya Amoux memutuskan untuk menerima tantangan yang diberikan Bigetron Alpha kepada dirinya, terutama setelah melikat kapasitas yang dimiliki oleh tim ini unguk semakin ia kembangkan di kemudian hari.

“Kita semua sudah tahu bahwa tim ini cukup kuat dan mungkin mereka hanya tinggal membutuhkan sedikit dorongan lagi untuk bisa meraih gelar,” ucap Amoux kepada ONE Esports.

“Ketika mendapatkan tawaran, saya sempat memikirkannya beberapa hari sebelum menentukan bergabung atau tidak. Dengan melihat semua pemain yang ada memiliki kualitas besar, saya berpikir mereka hanya membutuhkan sedikit sentuhan terakhir, jadi saya memutuskan untuk bergabung,” tuturnya.

Di sisi lain, Amoux pun mengaku sangat gembira bisa memiliki kesempatan untuk bersaing di scene Mobile Legends Indonesia yang dikenal sebagai yang paling ketat di dunia karena dihuni oleh banyak tim terbaik.

“Kita semua tahu MPL Indonesia memiliki banyak pemain hebat. Meski berskala lokal, ada banyak pelatih dari luar negeri seperti Zeys bersama EVOS dan James di RRQ yang begitu mendominasi,” kata Amoux.

“Hal ini menjadi tantangan bagi saya bersama Bigetron untuk berkompetisi dengan dua tim raksasa. Bahkan tim seperti Geek Fam ID begitu kuat. Artinya semua tim di sini sangat kuat. Saya ingin menantang semua tim dan melihat siapa yang akan menjadi juara.”

PERSIAPAN PRAMUSIM

Sebagai pelatih, Amoux tentu telah berusaha untuk mengidentifikasi apa kesalahan yang terjadi kepada Bigetron Alpha yang membuat mereka begitu perkasa di musim reguler, tetapi tak bisa berbuat banyak di playoff.

Memang tidak ada hal yang pasti tentang hal ini karena ada banyak faktor yang bisa memengaruhinya, tetapi Amoux coba memberikan pandangannya sendiri.

“Pertama, para pemain tampil tidak konsisten dalam mendominasi permainan. Kedua, mungkin tim-tim lain sudah berhasil membaca gaya permainan Bigetron Alpha, dan tim tidak memiliki rencana cadangan,” ujar Amoux.

Selain itu, persiapan yang tengah disusun oleh Amoux untuk membuat Bigetron Alpha siap untuk melakoni pertandingan di MPL ID Season 6 yang akan berlangsung pada pertengahan Agustus 2020 mendatang pun menjadi cukup sulit. Pasalnya saat ini ia masih berada di Singapura dan belum bisa bergabung dengan para pemainnya di Jakarta akibat travel ban akibat pandemi COVID-19.

Kondisi ini diakui Amoux sebagai salah satu masalah besar. Namun, ia masih bisa tetap melatih dan memberikan instruksi kepada pemainnya secara online.

“Belum bisa melakukan penerbangan ke Indonesia menjadi masalah terbesar saat ini. Para pemain memiliki banyak pertanyaan kepada saya tetapi tidak bisa menyampaikannya secara langsung, hanya melalui video call,” kata Amoux.

“Namun, kondisi ini tidak membuat latihan menjadi mustahil untuk dilakukan, meski sangat sulit. Ketika kami semua memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi sukses, saya pikir latihan online atau offline tidak akan terlalu berpengaruh.”

“Bagi saya tentu saja latihan online tidak cukup efektif, tetapi saya pikir kami tetap bisa melakukannya dengan baik dan saya masih bisa menyampaikan arahan kepada mereka,” tuturnya.

Dalam kondisi sesulit seperti saat ini, Amoux pun mengaku bahwa sudah ada banyak perkembangan yang terjadi pada timnya.

“Tim telah begitu berkembang dalam hal komunikasi. Mereka sudah tahu bagaimana cara melakukannya dengan baik, tidak hanya tentang apa yang sedang terjadi di perminan seperti instruksi mengambil objektif atau dalam team-fight,” ujar Amoux.

“Sementara hal yang masih harus diperbaiki adalah hasrat untuk mendapatkan kill. Kami memang memiliki pemain yang banyak mendapatkan MVP dengan gaya bermain agresif seperti Branz. Ia sudah semakin baik dalam mendapatkan kill, tetapi ia juga harus memperbaiki diri agar tidak mudah dijatuhkan lawan saat melakukannya,” tuturnya.

Dalam hal strategi, Amoux mengaku bahwa dirinya tidak menemui banyak kendala bersama para pemain Bigetron Alpha. Bahkan, ia menegaskan bahwa timnya telah menciptakan META sendiri ketika ditanya akan menggunakan Hypercarry atau tidak.

Meski demikian, Amoux sendiri belum tahu akan menggunakan META tersebut di MPL ID Season 6 atau tidak karena sejauh ini masih dalam proses pematangan.

“Sebenarnya saat ini Bigetron Alpha telah menciptakan META baru. Sejauh ini kami belum pernah kalah menggunakan META ini dalam scrims atau latihan,” ujar Amoux.

“Namun, kami juga belum tahu apakah META ini bisa berjalan sesuai dengan harapan di scene kompetitif. Namun, kami yakin META baru berikutnya akan datang dari Bigetron Alpha.”

Di sisi lain, salah satu persiapan Bigetron Alpha untuk bisa menjadi yang terbaik di MPL ID Season 6 adalah untuk bisa menandingi permainan RRQ Hoshi. Terlebih tim yang diperkuat oleh Lemon cs itu kini memiliki seorang analis baru yang notabene merupakan mantan pelatih Bigetron Alpha, Ruben Sutanto.

Hal ini cukup mendapat perhatian dari Amoux agar peta kekuatan Bigetron Alpha tak seutuhnya kini berada di tangan RRQ Hoshi.

“Ya, kepindahan Ruben ke RRQ Hoshi bisa menjadi masalah besar bagi Bigetron Alpha karena mereka kini lebih memahami permainan kami,” kata Amoux.

“Namun, saya akan melakukan perubahan di dalam tim Bigetron Alpha. Informasi yang kini mereka miliki bisa menjadi bumerang karena saat ini mereka tidak tahu apa yang akan saya lakukan dan akan seperti apa Bigetron Alpha bermain.”

Tentu saja Amoux tak ingin mengungkapkan hal-hal baru apa yang akan ia hadirkan di tim Bigetron Alpha. Namun ia hanya mau mengungkapkan perihal gameplay berbeda yang akan dipertontonkan tim di MPL ID Season 6.

“Karena saya punya pengalaman dan pengetahuan dari MPL MY/SG, saya akan berusaha untuk mengombinasikan gameplay dari Indonesia dengan apa yang ada di MY/SG. Hal ini akan membuat Bigetron Alpha akan semakin kaya dalam hal gameplay,” ucap Amoux.

TARGET

Sebagai salah satu kuda hitam terbesar pada MPL ID Season 5, Bigetron Alpha tentu sangat berambisi untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dan lebih konsisten lagi dalam melakukannya. Dengan kata lain, Bigetron Alpha kini tengah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik di MPL ID Season 6.

Meski demikian, Amoux mengaku bahwa sejauh ini dirinya belum dibebani target apa pun dari manajemen Bigetron Esports. Meski demikian, ia pribadi tetap menetapkan standar tinggi yang sama setiap kali dirinya dipercaya menangani sebuah tim.

“Bagi saya sebagai pelatih, setiap kali menerima pekerjaan, target utama yang harus dimiliki adalah untuk menjadi juara. Sejauh ini manajemen belum memberi saya target, tetapi saya mengatakan kepada mereka akan memberikan segala yang terbaik dan fokus mengantarkan tim finis di posisi pertama di MPL Season 6,” ujar Amoux.

PLAYER TO WATCH

Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa Amoux mengaku sangat senang dengan semua pemain yang ada di dalam tim, baik mereka yang baru bergabung seperti Tezet dan mereka yang sebelumnya sudah berada di dalam tim sejak musim lalu.

Setelah melakukan beberapa sesi latihan dan scrims dengan tim lain, Amoux mengaku sangat terkesan dengan DreamS. Hal ini disebabkan oleh attitude dan keseriusan yang ditunjukkan oleh sang pemain.

“Pemain yang sejauh ini telah membuat saya begitu berkesan adalah DreamS. Ketika melatih mereka, DreamS adalah pemain yang paling bersungguh-sungguh, meski tak banyak terlihat di dalam permainan,” ucap Amoux.

“Setelah beberapa kali melakukan latihan, dia bukan pemain yang banyak berbicara, tetapi setiap kali melakukannya selalu on point. Sebelumnya kami memiliki latihan dan scrims yang sulit, tetapi setelah ia bermain dan berkomunikasi dengan baik, tim bisa bermain jauh lebih bagus.”

Selain itu, Amoux juga berbicara mengenai keputusan manajemen untuk memboyong RENBO masuk ke dalam tim. Sebelumnya, pemain ini dikenal sebagai seorang support andal bersama Victim Esports di ajang MDL Indonesia Season 1.

Hal ini mengundang pertanyaan mengenai apa rencana yang akan dilakukan Amoux di Bigetron Alpha dengan mendatangkan RENBO, sementara di dalam tim juga sudah memiliki seorang support yang memiliki label sebagai Rookie of the Season pada diri Kyy.

Amoux mengakui bahwa RENBO memang merupakan seorang support yang bagus, tetapi ia bisa memainkan role lainnya sama baiknya yang mungkin sudah dilupakan oleh banyak orang.

“Saat ini apa yang saya lakukan bersama Bigetron adalah membuat para pemain menjadi serba guna. Sejauh ini saya belum bisa mengungkapkan banyak hal mengenai ini, tetapi apa yang bisa saya katakan adalah RENBO memang seorang support yang bagus. Namun, jangan lupakan juga bahwa ia mengawali kiprah di MDL bukan sebagai support,” tutur Amoux.

Saking ingin membuat setiap pemain Bigetron Alpha menjadi serba guna, Amoux juga mengatakan bahwa tak satu pun pemain di dalam timnya yang sudah dipastikan akan mengisi salah satu role yang ada di dalam gameplay mereka.

Dengan kata lain, bukan tidak mungkin suatu saat nanti Amoux akan menurunkan Branz sebagai support, atau Kyy yang diminta untuk melakoni role Hypercarry.

“Semua pemain di Bigetron Alpha tak seorang pun telah dipastikan memiliki satu role tetap karena sebenarnya setiap pemain bisa memainkan semua role, termasuk Branz,” kata Amoux.

“Kita tidak akan tahu siapa yang akan bermain sebagai core. Musim lalu RENBO memang mendapat pujian sebagai support di playoff, tetapi sebelumnya ia juga bisa bermain di role lain. Jadi, jangan lupakan apa yang bisa dilakukan oleh RENBO, begitu juga dengan apa yang bisa dilakukan oleh pemain lainnya.”

Sangat menarik untuk melihat seperti apa performa Bigetron Alpha pada MPL ID Season 6 di bawah arahan dari Amoux. Dengan segala bekal yang sudah ada sebelumnya dan tambahan pemain baru, kita akan lihat di mana Bigetron Alpha akan finis di musim baru.