Tim pakar IPB bantu Pemkab Kaimana kembangkan sektor pertanian

Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) mengerahkan sejumlah pakar untuk membantu Pemerintah Kabupaten Kaimana, Papua Barat mengembangkan sektor pertanian di wilayah itu.

Bupati Kaimana Freddy Thie yang dihubungi dari Manokwari, Selasa, mengatakan tim pakar IPB berjumlah lima orang telah tiba di Kaimana sejak pekan lalu.

Mereka terdiri atas Dr, Ir Supijatno MSi selaku ahli agronomi, Dr, Ir Arif Hartono MSc selaku ahli kesuburan tanah, La Ode Syamsul Iman SP, MSi selaku ahli sistem informasi geoegrafis (GIS), Ridwan Diaguna SP, MSi selaku ahli pertanian dan Ferdiansyah SP selaku asisten kesuburan tanah.

"Tim pakar dari Fakultas Pertanian IPB akan membantu Pemda Kaimana menyusun dokumen masterplan atau rencana induk pertanian Kabupaten Kaimana," kata Bupati Freddy.

Pemkab Kaimana dengan IPB, katanya, telah memiliki ikatan kerja sama di bidang pertanian, perikanan serta program beasiswa utusan daerah untuk sejumlah lulusan SLTA melanjutkan perkuliahan di IPB.

Kerja sama yang terjalin dengan IPB ini merupakan bagian dari implementasi misi kedua pasangan Freddy Thie-Hasbulla Furuada yaitu mengembangkan tekhnologi perikanan, pertanian dan kehutanan.

Bupati Freddy menyebut selama ini belum ada keseriusan dari Pemkab Kaimana dalam pengembangan sektor pertanian. Padahal, Kaimana memiliki lahan yang sangat luas, tetapi tidak pernah dilirik sebagai potensi ekonomi untuk menunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu terbukti dari tidak adanya dokumen perencanaan pengembangan jangka panjang yang dikaji secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

"Saya bukan seorang akademisi, tetapi saya sadar untuk membangun sesuatu yang besar dan serius, perlu adanya kajian akademik. Supaya pembangunan yang dilakukan tidak asal-asalan dan buang-buang anggaran," kata Freddy, yang berlatar belakang sebagai pengusaha.

Freddy menyebut sektor pertanian merupakan salah satu fokus utama pembangunan Kaimana di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Hasbulla Furuada.

Oleh sebab itu, ia merasa perlu melibatkan para akademisi dari kampus ternama seperti IPB untuk meneliti, melakukan kajian dan menyusun dokumen masterplan pertanian.

"Pertanian merupakan leading sector kita selain pariwisata dan perikanan. Tapi sudah 19 tahun kabupaten ini berdiri, tiga sektor ini justru tidak mendapatkan perhatian yang serius. Padahal, jika dikelola dengan baik, tiga sektor inilah yang akan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dan dapat mendongkrak PAD kita," tuturnya.

Tim pakar dari Fakultas Pertanian IPB tiba di Kaimana sejak Jumat (12/8). Tim ini sudah turun ke beberapa lokasi di Distrik Arguni Bawah, Arguni Atas, Kambraw, Buruway, dan Etna. Sedangkan di Distrik Kaimana, mereka baru memulai dari Kampung Lobo dan sekitarnya. Berikutnya mereka akan turun ke Tanggaromi dan Marsi.

Bupati Kaimana Freddy Thie menerima lima orang pakar pertanian dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) di ruang kerja Bupati Kaimana, Jalan Sapta Taruna Kaimana, Papua Barat, Senin (15/8/2022). (ANTARA/HO-Tim Media Bupati Kaimana)
Bupati Kaimana Freddy Thie menerima lima orang pakar pertanian dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) di ruang kerja Bupati Kaimana, Jalan Sapta Taruna Kaimana, Papua Barat, Senin (15/8/2022). (ANTARA/HO-Tim Media Bupati Kaimana)


Supijatno selaku Ketua Tim IPB mengatakan pihaknya sementara ini akan mengambil sampel tanah, mengukur kedalaman dan meneliti kontur tanah di beberapa lokasi. Dari situ, mereka akan melakukan kajian, komoditi apa saja yang dapat dikembangkan di Kabupaten Kaimana.

"Sekilas kami melihat bahwa Kaimana ini sangat berpotensi untuk pertanian. Apalagi saat ini tekhnologi pertanian sudah sangat maju. Asal ada kemauan untuk mengerjakannya, Saya yakin pertanian di sini akan berhasil. Selain komoditi buah-buahan, kita juga berharap ke depannya Kaimana bisa mengembangkan pertanian padi," ujar Supijatno.

Selain menyusun dokumen masterplan pertanian, Fakultas Pertanian IPB juga akan membantu Pemkab Kaimana untuk membangun komunikasi ke Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KDPDTT) agar Kabupaten Kaimana dibantu mengembangkan sektor pertaniannya.

"Setelah dokumen masterplan ini selesai, kami akan mendampingi Pemda Kaimana untuk presentasi ke Kementan dan KDPDTT. Kerja sama ini akan berkesinambungan. Tidak selesai hanya sampai masterplan saja," kata Supijatno.

Baca juga: Pemkab Kaimana-Unipa Manokwari kerja sama pengembangan SDM

Baca juga: Pemkab Kaimana buka ruang investasi perkebunan pala

Baca juga: Sandiaga akan berupaya memasukkan Kaimana ke dalam Ripparnas