Tim Pemkab Soppeng Klarifikasi Data Balsem di Jakarta

Laporan Reporter Tribun Timur Mahyuddin

TRIBUNNEWS.COM SOPPENG- Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar klarifikasi data Bantuan Lansung Sementara Masyarakat (Balsem) di Kementrian terkait di Jakarta. Tim Klarifikasi Pemkab Soppeng yang terdiri dari Bapeda, Dinsos, Kesbangpol, Badan Ekonomi Pemkab Soppeng, dan Camat Merioriawa serta Camat Lilirilau menggelar klarifikasi karena adanya perbedaan nama pada data penerima beras miskin (Raskin) dengan penerima Balsem.

"Kami meminta agar data pembagian Balsem ditangani langsung oleh Pemkab dan ternyata kami mendapat respon baik dari kementrian," ungkap Kepala Kepala Bappeda Soppeng
Andi Tenri Sessu yang juga Ketua Tim Kalrifikasi Pemkab Soppeng, Minggu (7/7) saat menghubungi Tribun.

Ia menjelaskan, tim klarifikasi mendatangi Menko Kesra, Kemendagri, Kemensos, TNP2K, BPS pusat dan PT Pos Indonesia. Untuk pengelolahan data, Pemkab Soppeng diminta memverifikasi ulang data penerima Balsem dengan musayawarah desa atau kelurahan untuk menerbitkan Surat Keterang Rumah Tangga Miskin (SKRTM) sebagai dasar untuk proses pergantian Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

Andi Tenri menambahkan, jumlah penerima Raskin di Kabupaten Soppeng sebanyak 14.623 orang begitupula dengan jumlah penerima Balsem namun nama yang tercantum pada data PT Pos tidak sesuai dengan nama penerimanya sehingga banyak warga yang sebenanrnya menerima justru tidak memperoleh jatahnya karena namanya tidak sesuai dengan data yang dimiliki oleh PT Pos.

Akibatnya, 48 persen data penerima Balsem di Soppeng tidak sesuai dengan penerima Raskin.

"Kesalahn data yang dikelolah oleh PT Pos tidak lain karena nama yang direkap langsung oleh pusat. Sementara Inpres no 5 dan 13 serta Inmendagri no 54 tahun 2013, rujukan ini dijadikan verifikasi data melalui musyawarah desa dengan menggunakan formar SKRTM se bagai pengganti KPS," jelas Andi Tenri. (Yud)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.