Tim PON perahu naga Sultra prediksi Riau saingan perebutan emas

·Bacaan 2 menit

Atlet perahu naga Sulawesi Tenggara yang sedang menjalani pemusatan latihan menghadapi PON XX Papua memprediksi Riau dan Jawa Barat sebagai pesaing berat memperebutkan medali emas.

Pelatih tim PON perahu naga Sultra Amiruddin di Kendari, Kamis mengatakan Riau dan Jawa Barat memiliki pedayung potensial perpaduan senior dan junior yang sudah menjalani sejak setahun lalu.

Sehingga, beberapa bulan lalu diusulkan atlet perahu naga menjalani uji coba atau pra kompetisi bersama Riau atau Jawa Barat namun terhambat pandemi Corona.

"Uji coba penting sebagai bahan evaluasi pelaksanaan pelatihan terpusat. Tim Perahu Naga Riau dan Jawa Barat diprediksi menjadi pesaing ketat atlet-atlet Sultra pada ajang PON XX Papua," kata Amiruddin.

Pertandingan uji coba

Secara terpisah Komandan Satgas Pelatda PON XX Sultra Ashar mengatakan KONI mendukung program latihan uji coba di luar daerah namun sulit karena situasi pandemi

"Dipahami aspirasi atlet dan pelatih tentang latihan uji coba di daerah-daerah yang dianggap memiliki prestasi namun harus bijak dengan kondisi saat ini," kata Ashar yang juga wakil ketua I KONI Sultra.

Baca juga: Pedayung putri Sulawesi Tenggara bidik dua emas PON Papua

Baca juga: Pedayung Pelatnas aset Sultra untuk hadapi PON XX Papua

Oleh karena itu, KONI mengimbau para atlet dan pelatih tetap mengobarkan semangat menjalankan program latihan menghadapi PON Papua yang dijadwalkan berlangsung 3-12 Oktober 2021.
Pelatih dayung jenis rowing Ratna mengatakan kondisi atlet yang sedang menjalani latihan terpusat sangat baik.

"Para atlet memiliki semangat berlatih yang menggembirakan. Mudah-mudahan semangat dan kondisi sehat terjaga hingga di arena PON Papua," katanya.

Ia juga sependapat adanya program pengiriman atlet uji coba bertanding di luar daerah sebagai bahan evaluasi kemampuan atlet selama menjalani latihan terpusat.

"Latihan bersama atlet daerah lain penting untuk mengukur kemampuan anak-anak tetapi PON sudah di depan mata. Tidak memungkinkan lagi," kata mantan atlet rowing nasional tersebut.

Baca juga: Progres pembangunan arena cabor dayung PON Papua 97 persen


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel