Tim PPM Unsri Palembang latih guru program sekolah penggerak

Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang melatih guru program sekolah penggerak di sejumlah daerah dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Salah satu daerah yang menjadi sasaran kegiatan pelatihan pada tahun 2022 ini yakni Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, kata Ketua Tim PPM, Dr. Meilinda, M.Pd, di Palembang, Jumat.

Dia menjelaskan, kegiatan pelatihan secara tatap muka itu, diikuti 30 orang guru dari sejumlah sekolah yang ada di kawasan wilayah Kecamatan Banyuasin III.

Sedangkan pendampingan kegiatan tersebut dilakukan oleh Tim PPM Unsri yang terdiri dari lima orang dosen beberapa program studi yakni Jaidan Jauhari, M.T (Dekan Fakultas Ilmu Komputer/Sistem Informasi). Prof. Dr. Ida Sriyanti, M.Si (Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Fisika), Dr. Meilinda, M.Pd., (Ketua Tim PPM/Pendidikan Biologi), Dr. Leni Marlina (Anggota Tim/Pendidikan Fisika) dan M. Rudy Sanjaya, M.Kom (Anggota Tim/Manajemen Informatika).

Selain itu, pelatihan guru program sekolah penggerak didampingi juga oleh beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika sebagai bentuk implementasi perkuliahan di luar kampus, katanya.

Baca juga: Unsri arahkan KKN mahasiswa dukung program pengentasan stunting

Baca juga: PKM Universitas Sriwijaya manfaatkan limbah jeroan ikan untuk pakan

Dia menjelaskan, kegiatan PPM tersebut mengusung tema 'Sistem Praktikum Modern Berbasis Smartphone Sebagai Inovasi Media Pembelajaran Bagi Guru-guru Sekolah Penggerak'.

Tema tersebut merupakan sebuah jawaban dari masalah yang dihadapi guru-guru terutama guru sekolah penggerak di Kabupaten Banyuasin yang jarang menggunakan teknologi gawai pintar (smartphone) dalam proses pembelajaran praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi dan fakultas-fakultas tim pengabdi untuk memberikan pendampingan sistem praktikum modern berbasis smartphone” ujarnya.

Dengan mengikuti pelatihan itu, diharapkan guru di program sekolah penggerak memiliki kompetensi dalam memanfaatkan teknologi terkhusus praktikum IPA untuk menerapkan pembelajaran yang lebih inovatif.

Guru sekolah penggerak harus dapat belajar hal baru sehingga dapat memanfaatkannya dengan baik dalam proses pembelajaran dan dapat dijadikan acuan bagi guru di sekolah non-penggerak, kata Dr. Meilinda.

Sementara sebelumnya, Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Unsri juga melaksanakan kegiatan pengabdian secara tatap muka di Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, pada 27 Agustus 2022.

Baca juga: LPPM Unsri fasilitasi penelitian dosen di tujuh kabupaten Sumsel

Baca juga: Dosen-mahasiswa Unsri edukasi masyarakat olah biji lotus jadi tempe

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sembawa, Banyuasin,
Ria Wilastri, M.M menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim PPM Unsri yang memberikan pelatihan, karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru untuk menginovasikan dan menerapkan praktikum modern dalam pembelajaran IPA.

Selain itu berdasarkan hasil angket para peserta pelatihan, mereka menginginkan adanya kegiatan pendampingan berkelanjutan dari Tim PPM Unsri, kata Kepala Sekolah SMAN 1 Sembawa itu.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Jaidan Jauhari, M.T pada kesempatan itu menambahkan kegiatan ini merupakan kewajiban bagi dosen dalam rangka Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM).

Kegiatan PPM ini diawali dengan pemberian materi aplikasi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan praktikum IPA, demonstrasi kegunaan aplikasi dalam pembelajaran IPA, diskusi tanya jawab, dan dilanjutkan dengan guru-guru peserta PPM melakukan percobaan secara langsung didampingi oleh dosen dan mahasiswa PPM yang dilakukan secara daring (online) dan luring (offline) selama satu bulan sepanjang September 2022.

Melihat antusiasme dan rasa ingin tahu yang tinggi dari peserta pelatihan guru sekolah penggerak di Kabupaten Banyuasin, kegiatan PPM Unsri tidak hanya satu kali ini saja, karena pihaknya menyiapkan program lanjutan, ujar Jaidan.

Baca juga: Mendikbudristek rekomendasikan Guru Penggerak jadi kepala sekolah

Baca juga: Kemendikbudristek buka Pendidikan Guru Penggerak angkatan tujuh

Baca juga: Sekolah Penggerak dinilai dapat optimalkan kapasitas guru