Tim Putri Iran Dicurigai Pakai Kiper Pria di Kualifikasi Piala Asia 2022

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Sepak Bola Yordania resmi melayangkan surat protes terkait jenis kelamin penjaga gawang Iran pada babak penyisihan Piala Asia sepak bola putri. Zohreh Koudae yang tampil saat timnas Iran menang 4-2 atas Yordania dianggap sebagai pemain tidak sah karena berjenis kelamin laki-laki.

Koudae tampil memukau pada pertandingan Iran melawan Yordania. Koudae berhasil menepis dua tendangan penalti lawan yang akhirnya mengantar timnya ke babak utama Piala Asia Putri 2022.

Presiden Asosias Sepak Bola Yordania, Prince Ali bin Hussein, tidak bisa menerima kekalahan itu. Dia curiga Koudae merupakan pria yang menyamar. Pria yang pernah mencalonkan diri menjadi presiden FIFA itu kemudian melayangkan surat protes dan meminta AFC segera menyelidiknya.

"Tidak ada relevansinya dengan Twet sebelumnya, tapi ini masalah serius jika terbukti benar. Tolong bangkit AFC," ujar Prince Ali sembari mengunggah surat protes yang mereka layangkan kepada AFC.

Bukan Kasus Pertama

Pevoli PGN Popsivo, Aprilia Manganang, merayakan kemenangan atas Jakarta Pertamina Energi pada final Proliga 2019 di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2). Popsivo menang 3-2 atas Pertamina. (Bola.com/Yoppy Renato)
Pevoli PGN Popsivo, Aprilia Manganang, merayakan kemenangan atas Jakarta Pertamina Energi pada final Proliga 2019 di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2). Popsivo menang 3-2 atas Pertamina. (Bola.com/Yoppy Renato)

Tudingan seperti ini sebenarnya bukan hal baru di dunia olahraga. Sejumlah atlet putri pernah mengalaminya, termasuk pemain voli Indonesia, Aprilia Manganang. Pada SEA Games 2015 yang berlangsung di Singapura, dia sempat dicurigai sebagai pria saat memperkuat tim putri Indonesia.

Saat itu, protes datang dari Filipina. Pelatih timnas Filipina Roger Gorayeb ragu apakah Aprilia wanita tulen. Pasalnya, secara penampilan dan kemampuan fisik, Aprilia mirip laki-laki. "Aprilia sangat kuat, itu seperti menempatkan seorang laki-laki dalam pertandingan wanita," kata Gorayeb.

Filipina pun mengajukan protes resmi kepada panitia. Namun laporan tersebut ditolak, karena Aprilia lolos tes medis sebagai perempuan, sehingga bisa bermain pada pertandingan selanjutnya.

Mengidap Hipospadia

Belakangan, Aprilia diketahui adalah pria tulen yang mengidap hipospadia. Hasil ini diketahui setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter RSPAD Gatot Subroto. Prajurit TNI berpangkat sersan tersebut mengajukan perubahan jenis kelamin menjadi pria yang akhirnya disetujuji oleh pengadilan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel