Tim Raksasa Saling Jegal, Liga Champions Tanpa Final Ideal?

TRIBUNNEWS.COM – Para tim raksasa Eropa harus melalui jalan terjal di Liga Champions musim 2012/13. Mereka sudah harus saling jegal di babak 16 besar. Publik pun terancam tak bisa menyaksikan final ideal pada Mei nanti di Stadion Wembley, London.

Babak 16 besar Liga Champions musim kali ini mungkin yang paling 'panas' dalam beberapa tahun terakhir. Di putaran yang menggunakan sistem gugur ini, klub-klub papan atas Eropa langsung saling bertemu. Manchester United dipertemukan dengan Real Madrid, Arsenal melawan Bayern Munchen, sementara Barcelona akan bertanding melawan AC Milan.

Di satu sisi, para pengemar bola tidak akan bisa melihat final ideal, karena tiga dari enam klub di atas harus gugur lebih awal. Namun di sisi lain, penonton akan disuguhi pertandingan-pertandingan seru ketika kompetisi Liga Champions ini digelar lagi pada Februari 2013.

Laga United kontra Real Madrid misalnya. Pertandingan ini menandai kembalinya Cristiano Ronaldo, salah satu pemain terbaik dan termahal di dunia, ke klub lamanya di Old Trafford.

Ronaldo mencetak 118 gol di 292 pertandingan untuk Setan Merah sebelum pindah ke Real Madrid pada 2009. Ia turut membawa United menjuarai Liga Champions musim 2008/2009 yang kemudian berujung gelar Pemain Terbaik Dunia.

Di Liga Champions, terakhir kali kedua tim bertemu pada 2003 ketika Ronaldo Luiz, penyerang maut asal Brasil, mencetak tiga gol di Old Trafford dan mengantarkan kemenangan El Real dengan agregat gol 6-5. Pertemuan pertama terjadi pada 1957 di babak semifinal Piala Eropa, yang dimenangkan Los Blancos dengan skor 5-3.

Di bawah asuhan Jose Mourinho, El Real dipastikan akan berupaya sekuat tenaga untuk mengobrak-abrik pertahanan United. Ronaldo tentu akan menjadi senjata utama, dengan dukungan Angel Di Maria, Mesut Oezil, dan Karim Benzema.

United juga memiliki daya serang luar biasa. Duet Robin van Persie dan Wayne Rooney yang kian menyatu dan tajam, akan menjadi ancaman utama gawang Iker Casillas. United juga dalam performa baik dengan memimpin klasemen sementara Premier League.

Sebaliknya performa Madrid justru sedang menurun. Di Primera La Liga mereka tercecer di posisi ketiga, dengan selisih 13 angka dari Barcelona. Sementara di Liga Champions mereka hanya lolos ke 16 besar sebagai runner up grup.

Tapi perlu dicatat juga, dengan tim yang relatif lebih lemah, Mourinho pernah menyingkirkan United di Liga Champions musim 2003/2004, saat menjadi manajer FC Porto yang kemudian muncul sebagai juara.

Saat itu Porto juga hanya tampil sebagai runner up di penyisihan grup. Dengan beranjak dari status runner up grup pula, Mourinho juga berhasil membawa Inter Milan juara pada musim 2009/2010.

Dua klub besar yang juga saling bertemu musim kali ini adalah AC Milan dan Barcelona. Hasil undian diumumkan ketika Pelatih Barcelona, Tito Vilanova, menjalani operasi yang kemudian akan diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi untuk menyembuhkan kanker.

Sejumlah pengamat mengatakan, absennya Vilanova bisa mengganggu persiapan Barcelona namun di sisi lain faktor ini juga bisa menjadi pendorong untuk menyingkirkan AC Milan.

Barcelona telah tiga kali menjuarai Liga Champions dalam 10 tahun terakhir, masing-masing pada 2006, 2009, dan 2011. AC Milan sementara itu tujuh kali berjaya di turnamen antarklub Eropa ini.

Yang juga akan ditunggu adalah pertandingan Arsenal melawan Munchen, finalis musim lalu yang dikalahkan Chelsea lewat drama adu penalti. Arsenal paceklik juara dalam beberapa tahun terakhir dan bila tim asuhan Arsene Wenger juara, ini akan menjadi salah satu kejutan di ajang sepakbola Eropa musim kali ini.

Berbicara mengenai peluang untuk menjadi juara, melihat hasil undian kali ini, bisa dikatakan tim-tim Jerman sangat diuntungkan. Schalke 04 menghadapi klub Turki Galatasaray, Muenchen melawan Arsenal, dan Borussia Dortmund bertemu Shakhtar Donetsk.

Para pemerhati bola mungkin akan mengunggulkan Muenchen, finalis tahun lalu yang dikalahkan Chelsea di partai puncak, dibandingkan Arsenal. Mario Gomez bisa sangat membahayakan pertahanan Arsenal yang saat ini tidak begitu kuat.

Dortmund mungkin akan melewati Shakhtar, begitu juga dengan Schalke yang diperkirakan tidak akan kesulitan menyingkirkan Galatasaray. Tidak menutup kemungkinan satu dari tiga wakil Jerman bakal melaju ke final. Kiprah Dortmund yang sukses menjuarai Grup D yang merupakan grup neraka dengan mengalahkan Real Madrid layak mendapat perhatian lebih.

Well, setelah tiga tim raksasa dipastikan harus tersisih lebih awal, menarik ditunggu sepak terjang tim-tim non-unggulan. Mampukah mereka membuat kejutan seperti Chelsea musim lalu yang awalnya tak diprediksi menjadi kampiun?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.