Tim SAR cari satu nelayan dilaporkan hilang di Laut Haruku

Tim SAR dari Kantor Pertolongan dan Pencarian Basarnas Ambon bersama unsur potensi SAR mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang di sekitar Perairan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah saat melaut sendirian sejak Jumat (29/7).

"Sesuai laporan Sekretaris Negeri Haruku kepada kami sekitar pukul 06:00 WIT, korban diketahui bernama Mesak Pattiawa yang sudah berusia 60 tahun," kata Kepala Kepala Kantor Basarnas setempat, Mustari di Ambon, Sabtu.

Korban melaut sendirian menggunakan perahu sampan sekitar Perairan Tanjung Bayu Kapal sejak Jumat, (29/7) sekitar pukul 04:00 WIT namun sampai hari ini belum kembali ke rumah.

Padahal sesuai informasi, korban biasanya kembali dari melaut sekitar pukul 10:00 WIT, namun sampai saat ini belum juga kembali dan proses pencarian sempat dilakukan masyarakat setempat namun hasilnya nihil.

Baca juga: Basarnas cari dua nelayan hilang di perairan Morotai

Baca juga: KSOP Dobo koordinasikan pencarian empat awak KM Intan Fortuna

Kantor SAR Ambon merespon cepat adanya laporan tersebut dengan mengerahkan satu tim penyelamat menuju lokasi kejadian pada pukul 06.30 WIT guna melaksanakan operasi SAR.

Upaya pencarian dilakukan pada koordinat 3° 38' 53.47" S - 128° 23' 33.07" E, jarak sekitar 23 Nm, dan Heading 82,08° arah Timur Laut dari Kantor SAR Ambon.

Tim SAR gabungan menggunakan satu unit perahu karet dan Kapal Patroli Maleo serta dibantu lima unit longboat milik warga belum berhasil menemukan korban sehingga operasi SAR dilanjutkan besok hari, sebab gelombang laut juga cukup tinggi antara 1,25 meter hingga 2,5 meter disertai angin kencang.

Baca juga: Basarnas: Nelayan hilang di perairan Torega Muna ditemukan meninggal

Baca juga: Basarnas: Nelayan hilang di Patuno Wakatobi ditemukan meninggal

Baca juga: Kantor SAR Jayapura kerahkan penyelam cari nelayan hilang di Sarmi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel