Tim SAR Temukan Dua Korban Tabrakan Kapal Nelayan di Indramayu

Mohammad Arief Hidayat, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVATim SAR gabungan telah menemukan dua dari 17 awak kapal Barokah Jaya dalam keadaan meninggal setelah kapal itu bertabrakan dengan kapal Habco Pioneer.

"Kita temukan dua korban sudah meninggal dunia," kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah melalui pesan tertulis yang diterima di Indramayu, Minggu, 4 April 2021.

Menurutnya, korban yang meninggal dunia pertama ditemukan pada jam 07.00 WIB, kemudian satu jam berikutnya kembali ditemukan seorang lagi yang berada di sekitar kapal Barokah Jaya.

Ia mengatakan tim penyelam juga dapat memastikan bahwa di dalam lambung kapal Barokah Jaya, sudah tidak lagi korban yang dinyatakan hilang, yang berarti tidak ada lagi korban yang berada di dalam kapal.

Dengan ditemukannya dua orang itu, kata Deden, para korban yang sudah ditemukan oleh tim gabungan sebanyak 17 orang dengan perincian 15 selamat dan 2 meninggal dunia.

Tiga area pencarian

Pencarian terhadap 17 awak kapal MV Barokah Jaya itu dilakukan dengan membagi area pencarian menjadi tiga. Regu pertama pertama dengan KN SAR 103 Wisnu menyisir area pencarian hingga radius 26,5 NM2 di sekitar area kejadian.

Regu kedua dengan KM Baru Regem menyisir area pencarian hingga radius 26,5 NM2 di sekitar area kejadian. Regu kedua dengan RIB 01 Bandung mencari dengan luas area pencarian hingga radius 19,6 NM2 di sekitar area kejadian.

Dua korban yang dilaporkan meninggal dunia ditemukan pada pukul 07.00 WIB tersangkut di jaring dan satu korban lainnya pada pukul 08.00 WIB ditemukan di kapal MV Barokah Jaya yang jaraknya 50 Meter dari MV Habco Pioneer.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan beberapa personel yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Basarnas Special Group (BSG), Satpol Air Polres Cirebon, Lanal Cirebon, UPP Indramayu, dan HNSI Indramayu.

Berikut adalah data-data 15 ABK MV Barokah Jaya yang selamat, sementara 2 korban meninggal masih diidentifikasi:

1. Supriyanto (43 tahun) KKM
2. Asep (39 tahun)
3. Amran (15 tahun)
4. Udin (60 tahun)
5. Onyun (14 tahun)
6. Hanip (14 tahun)
7. Renal (13 tahun)
8. Reyhan (16 tahun)
9. Feri (18 tahun)
10. Onyun/Radi (14 tahun)
11. Eriyanto (16 tahun)
12. Tarjo Cipir (45 tahun)
13. Yudi (18 tahun)
14. Agus (40 tahun)
15. Tatang (35 tahun)


(ant)