Tim SAR Temukan Satu Korban Longsor Malino Gowa, Total jadi Enam Jasad

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim SAR gabungan kembali menemukan satu orang warga korban tanah longsor di Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, Jumat (18/11). Dengan ditemukannya satu orang, total sudah enam jasad korban tanah longsor.

Kepala Basarnas Sulsel, Djunaedi mengatakan satu korban longsor kembali ditemukan atas nama Nursyamsia (26). Jasad Nursyamsia ditemukan setelah material longsoran di pinggir tebing dipindahkan.

"Sekitar pukul 13.05 Wita, satu korban akhirnya ditemukan setelah material longsoran di pinggir tebing dipindahkan," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Dengan ditemukannya jasad Nursyamsiah, pihaknya tetap melakukan pencarian korban lainnya atas nama M Royan (8).

"Sisa satu korban atas nama Muh Royan yang dalam pencarian. Namun, hingga menjelang malam tidak ditemukan tanda keberadaan korban sehingga kita hentikan sementara," tuturnya.

Djunaedi memastikan pencarian akan dilanjutkan Sabtu (19/11) pagi. Ia juga mengimbau kepada warga untuk waspada akan bencana.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap warga korban bencana tanah longsor di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hingga saat ini, setidaknya sudah ditemukan lima orang warga dalam kondisi meninggal dunia dan dua masih dilakukan pencarian.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Sulsel Muhammad Rizal mengatakan berdasarkan pencarian dilakukan hari ini, ditemukan dua orang meninggal dunia. Sehari sebelumnya, SAR gabungan telah menemukan tiga orang meninggal dunia.

"Total korban meninggal yang ditemukan hingga saat ini sudah lima orang. Dua ditemukan identitasnya Daeng Ngaseng (60) yang merupakan warga sekitar dan Jumriah (37) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat longsor terjadi," ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/11).

Rizal mengungkapkan sementara tiga korban meninggal ditemukan pada Rabu (16/11) malam berjumlah tiga orang. Identitas tiga orang tersebut Nur Aeni (47), Nurhaya (24), dan Sunaria (38).

"Tiga jenazah yang ditemukan sebelumnya sudah diserahkan ke pihak keluarga dan telah dimakamkan. Dua orang warga yang dilaporkan hilang yakni Nursamsi (25) dan Muh Royan (6) masih dalam pencarian," ungkapnya.

Sementara Kepala Kepolisian Resor Gowa, Ajun Komisaris Besar Tri Goffarudin Pulungan, menyebut setidaknya ada 13 titik longsoran. Tetapi dari 13 titik tersebut, 4 terparah terjadi longsor.

"Hujan deras menyebabkan 13 titik longsor. Dan terparah empat," ucapnya. [rhm]