Tim Skandal Century DPR Belum Menyerah

INILAH.COM, Jakarta – Upaya menggulirkan hak menyatakan pendapat oleh DPR  dalam kasus bailout Bank Century terus berlangsung. Hak itu bisa dieksekusi jika hasil audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengonfirmasikan adanya penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam proses bailout tersebut.

Anggota Tim Pengawas Bank Century DPR-RI, Bambang Soesatyo menyatakan, Tim DPR untuk Pengawasan Penuntasan Proses Hukum Skandal Bank Century, pekan lalu sudah mendapat gambaran sekilas tentang hasil audit forensik itu. Kendati proses audit baru berjalan sekitar 35 persen, hasilnya sudah bisa mengonfirmasi dugaan penyimpangan dalam keterkaitan aliran dana bailout itu.

“Itu berarti juga mengindikasikan terjadinya penyalahgunaan wewenang oleh Gubernur Bank Indonesia yang saat itu dijabat Boediono, kini wakil presiden, serta oleh Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang kala itu dijabat Sri Mulyani Indrawati,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/8/2011).

Menurutnya, jika audit forensik itu akhirnya benar-benar mengonfirmasi penyalahgunaan wewenang, maka Boediono dan Sri Mulyani harus memberi pertanggungjawaban. Baik itu pertanggungjawaban politik maupun hukum.  Landasan untuk melakukan proses hukum terhadap keduanya sudah direkomendasikan oleh Keputusan Sidang Paripurna DPR.

Jika proses hukum terus tersendat-sendat seperti sekarang ini, konfirmasi dari audit forensik BPK bisa saja memaksa DPR menggunakan hak menyatakan pendapat. Proses itu memang panjang dan konsekuensi logisnya akan sangat merepotkan pemerintah.

“Namun, demi kebenaran dan keadilan, Tim Pengawas dari DPR untuk proses hukum skandal Bank Century tidak takut untuk menggalang dukungan demi tercapainya kuorum penggunaan hak tersebut.” [tjs]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.