Tim taekwondo Jabar berupaya dominasi perolehan medali PON Papua

·Bacaan 2 menit

Tim taekwondo Jawa Barat (Jabar) berupaya mendominasi perolehan medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua setelah atletnya dalam dua hari pelaksanaan lomba berhasil mendominasi perolehan medali.

"Kami optimistis bisa menambah emas. Masih ada dua hari lagi," kata Pelatih Taekwondo Jawa Barat Heryanto saat dihubungi dari Media Center KONI Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu.

Dengan dua hari waktu yang tersisa, lanjut dia, akan dimaksimalkan dengan baik karena ada beberapa atlet unggulan yang belum bertanding. Ia berharap raihan emas di hari kedua ini dapat memotivasi para atlet yang akan berlaga.

Pada hari kedua pelaksanaan lomba, hampir semua nomor yang dipertandingkan dimenangkan oleh tim Jabar. Kondisi berbeda terjadi di hari pertama yang didominasi tim DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Baca juga: Peraih medali emas taekwondo hari kedua, Jawa Barat mendominasi
Baca juga: Raih emas PON Papua, atlet taekwondo asal Jawa Barat bidik Pelatnas

Medali emas yang diraih tim Jabar itu di antaranya dari nomor Kyorugi (pertarungan) kelas Under 57kg Senior Putri oleh Aqila Aulia Ramadani setelah menaklukkan Nabila Amalia Umu Aiman dari Jawa Tengah.

Selanjutnya medali emas diraih dari nomor Poomsae (seni beladiri) perorangan putri yakni oleh Defia Rosmaniar dengan skor 8.180 mengalahkan Jawa Tengah di posisi kedua, dan Kalimantan Timur di posisi ketiga.

Kemudian nomor Poomsae beregu putri juga menghasilkan medali emas yang diraih oleh trio Defia Rosmaniar, Kevita Deliza Rizkia, dan Rachmania Gunawan Putri. Dengan skor 8.130, mereka mengalahkan Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Dan yang terakhir, emas juga diraih dari nomor Poomsae beregu putra oleh trio Muhammad, yakni Muhammad Alfi Kusuma, Muhammad Rizal, dan Muhammad Syarif Hidayatulloh.

Sebagai pelatih Poomsae, Heryanto optimis bakal memenuhi target yang diberikan oleh KONI Jawa Barat untuk tim taekwondo yakni tujuh medali emas setelah meraih empat medali pada hari kedua.

Baca juga: Pelatih akui Permata Cinta lebih tangguh ketimbang Kadek Febrianti
Baca juga: Olimpiade Paris jadi incaran Bassam usai sukses di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel