Tim tuan rumah optimistis tambah emas pada cabang menembak

·Bacaan 1 menit

Tim tuan rumah Papua optimistis dapat menambah pundi-pundi medali emas pada cabang menembak Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

"Kami bersyukur bisa masuk peringkat dua hingga hari ini. Atlet-atlet kami sudah lakukan yang terbaik untuk Papua. Kami berharap mereka dapat kembali menyumbangkan medali," kata Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Papua Johny Banua Rouw di Lapangan Menembak Indoor Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Sabtu.

Johny menyebut peluang medali emas tim Papua dapat muncul pada nomor 300 meter standard rifle individu putra dan nomor 300 meter standard rifle beregu putra.

"Kami sudah menyumbang lima emas. Kami berharap dapat sumbang lagi dua emas untuk Papua," katanya tentang tambahan enam medali bagi kontingen Papua, termasuk dua emas itu.

Tim Papua meraih lima medali emas, lima medali perak, dan dua perunggu dalam perlombaan menembak PON ke-20.

Lima medali emas itu dipersembahkan oleh Andreas Yunut Boky pada nomor double trap individu putra, tram beregu putra, trap beregu putri, double trap beregu putra, dan double trap beregu putri.

Kemudian, Slamet Riadi pada nomor trap individu putra dan double trap individu putra, Sarmunah pada nomor trap individu putri, Fany Febriana Wulandari pada double trap individu putri, dan Farid Prayuda pada 50 meter rifle 3 position individu putra masing-masing mengoleksi medali perak.

Medali perunggu diraih Andreas Yunut Boky pada nomor trap individu putra serta dari nomor beregu 50 meter rifle 3 position putra.

Baca juga: Dikalahkan Jatim, Farid gagal sumbang emas menembak untuk tuan rumah
Baca juga: Jabar nilai lapangan tembak Jayapura layak gelar kejuaraan dunia
Baca juga: Bagi tim menembak DKI, Papua adalah tuan rumah yang luar biasa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel