Timbulkan Kerumunan Saat PPKM, Ormas Kawal Sidang di PTUN Dibubarkan Polisi

·Bacaan 1 menit
Petugas kepolisian saat melakukan apel pasukan pengamanan di Monas, Jakarta, Senin (19/7/2021). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjaga Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dimasa pandemi Covid-19 saat PPKM Darurat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sekelompok orang yang tergabung dalam satu organisasi kemasyarakatan (ormas) dibubarkan polisi saat hendak mengawal sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur.

Pembubaran dilakukan aparat Polsek Pulogadung lantaran aksi ormas tersebut menimbulkan kerumunan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jakarta.

Kapolsek Pulogadung Kompol Beddy Suwendi menerangkan, massa yang berjumlah puluhan orang itu berkumpul di PTUN, Jakarta Timur, pada Senin, (2/8/2021). Dia menilai, aksi massa berpotensi menularkan virus corona Covid-19.

"Kerumunan seperti ini dapat membuat klaster baru, sehingga saya minta mereka untuk membubarkan diri," kata Beddy dalam keterangan tertulis, Senin (2/7/2021).

Beddy menyebut, saat itu massa sempat menolak dibubarkan. Anggota ormas tersebut bersikukuh ingin mengawal jalannya persidangan.

Namun, kepolisian terus memberikan pengertian bahwa aktivitas yang mereka lakukan bisa mengancam kesehatan masyarakat. Ia menyampaikan, bahwa situasi pandemi Covid-19 di Jakarta belum mereda.

"Mereka akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah diberi pengertian," ucap Beddy.

Viral di Media Sosial

Pembubaran ormas di kawasan PTUN, Jakarta Timur itu pun terekam kamera salah satu peserta aksi. Videonya viral di media sosial.

Dalam relaman terlihat, pria yang akrab di sapa Beddy berada di tengah-tengah peserta unjuk rasa. Beddy kemudian mengarahkan mereka untuk mundur dan meninggal lokasi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel