Timbun 8 Ton Solar Bersubsidi, PNS dan Karyawan Swasta di Kudus Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jateng mengungkap kasus penimbunan 8 ton bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Kudus. Dua tersangka diamankan terkait kasus ini, yakni seorang PNS aktif Abdul Wahab (42) dan karyawan swasta, Arif Riska Yuliadi (28).

"Ada dua yang sudah kami tetapkan tersangka. Untuk pelaku melibatkan PNS aktif di Kabupaten Kudus ini masih kita kembangkan. Modus ini tergolong baru karena bisa ditiru oleh masyarakat yang berpotensi melakukan pelanggaran, baik koperasi maupun perorangan," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Senin (5/9).

Dia menyebut modus perusahaan yang dilakukan tersebut membeli bahan bakar biosolar subsidi dengan mobil yang sudah dimodifikasi tangkinya. Kemudian pelaku membeli BBM itu dari beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Jadi perusahaan itu jual solar kepada perusahaan bidang industri hingga lintas kota. Dia (PT ASS) ngecer, punya kendaraan kecil dengan jeriken, ngecer di SPBU," ungkapnya.

Rugikan Negara Rp11,1 Miliar

Abdul Wahab mengaku sebagai PNS aktif di Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus. Ia sudah melancarkan aksinya itu sejak tiga bulan lalu dan bisa mengumpulkan 12 ton.

"Tugas saya menerima atau pengepul. Sehari tidak pasti. Bisa 5.000-1.000 liter. Setelah ke saya nanti ada sopir di PT itu yang ngambil. Saya jualnya 8.500 per liter," tutupnya.

Sekadar informasi, selama periode 1 Agustus-3 September 2022 jajaran Polda Jateng berhasil mengungkap 50 kasus penyalahgunaan BBM. Dari puluhan kasus itu, total ada 66 tersangka yang diamankan dengan estimasi kerugian negara Rp11,1 miliar. [yan]