Timbun Obat COVID-19 Pasien Meninggal, Seorang Perawat Dicokok Polisi

·Bacaan 1 menit

VIVAPolda Metro Jaya kembali membongkar penimbunan obat terapi COVID-19. Kali ini, salah satu pelakunya adalah oknum tenaga kesehatan.

Dia adalah seorang perawat berinisial RS. Tersangka menimbun obat sisa pasien COVID-19 yang telah meninggal dunia. Kemudian, obat dijual dengan harga tinggi.

"Jadi ada pasien yang meninggal dunia obatnya dikumpulkan, nanti kalau sudah terkumpul dia mainkan harganya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu 4 Agustus 2021.

Polisi juga menangkap sebanyak 23 pelaku lain dalam kasus ini selain RS. Mereka adalah BC, MS, AH, LO, RH, TF, NN, SJ, MS, MH, RB, AH, SO, YN, HH, AA, UF, LP, DW, MI, MR, DS dan MD.

Sindikat tersebut membeli obat-obatan terapi COVID-19 dengan resep palsu. Mereka kongkalikong dengan oknum pegawai apoteker.

"Mereka mencari keuntungan dengan cara menimbun untuk dijual kembali dengan harga berkali-kali lipat," katanya.

Polisi sendiri menyita sejumlah barang bukti obat-obatan terapi COVID-19 dalam kasus ini. Beberapa di antaranya adalah Avigan Favipiravir, Actemra, Fluvir Oseltamivir, Azithromycin, dan Ivermectin.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 196 dan atau Pasal 198 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 62 Juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Mereka terancam hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel