Timnas atletik kesulitan berlatih maksimal di Stadion Madya

Manajer timnas atletik Indonesia Mustara mengatakan atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk SEA Games XXXII/2023 Kamboja kesulitan berlatih maksimal di Stadion Madya, GBK, Senayan, Jakarta.

Hal ini karena adanya kegiatan non-olahraga yang turut membuat lintasan tempat atlet berlatih di area Stadion Madya terdampak.

"Karena tempat latihan juga digunakan untuk loading barang," kata Mustara menyampaikan keluhan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang meninjau langsung pelatnas atletik di Stadion Madya, Senin.

Baca juga: Menpora resmikan lintasan atletik internasional pertama di Sumbar

Bahkan, lanjut Mustara, pasir masuk ke lintasan, sehingga mengganggu proses latihan atlet dalam persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara, tahun depan.

Meski demikian, timnas atletik terus berusaha memaksimalkan fasilitas yang ada. Sejauh ini ada 11 atlet yang berlatih di sentra Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Mustara juga menyampaikan bahwa stadion baru untuk pelatnas di Pangalengan sudah hampir rampung berkat dukungan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan.

Pada sisi lain, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Tb. Lukman Djajadikusuma atau yang akrab disapa Ade Lukman mengatakan kunjungan kali ini untuk mendengar keluhan pelatnas untuk kemudian memperjuangkan solusi dalam peningkatan kualitas pembinaan atlet.

Setelah berdiskusi dengan menajer dan jajaran pelatih, Ade Lukman mengatakan pihaknya menampung dan mendukung berbagai macam saran serta masukan.

Baca juga: Emilia Nova fokus pemulihan setelah jalani operasi kedua

"Kami hadir di sini untuk mendukung. Kita perlu konsisten dalam membina atlet menjadi juara. Betul yang Pak Mustara bilang, perlu waktu 8–9 tahun. Jangan sungkan berdiskusi dengan kami demi tujuan itu,” ujar Ade Lukman.

Ade Lukman meninjau pelatnas atletik didampingi Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Gugun Yudinar beserta wakil Puang Syamsuddin dan Andri Paranoan, Kabid Sports Science Dr.Lilik Sudarwati, Wakabid Pendidikan dan Penataran Nazarudin, dan Wakabid bidang Media dan Humas Tirto Prima Putra.

Selain atletik, KONI Pusat juga meninjau pelatnas karate di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).

Sebanyak 19 orang atlet senior terdiri atas 10 putra dan 9 putri tengah fokus berlatih ketika rombongan hadir. Pelatih asing asal Prancis, Farouk Abdelsellem juga turut hadir.

Cabang karate berharap setidaknya ada 21 atlet yang dikirim untuk multievent. Pasalnya dengan berlaga pada 17 kelas, diperlukan atlet pelapis untuk meraih potensi medali lebih banyak.

Baca juga: PASI berencana kirim timnas atletik ke Kenya dan China
Baca juga: PASI upayakan Maria Londa kembali ke pelatnas atletik