Timnas Indonesia dalam Angka di Piala AFF 2020: Paling Produktif dan Punya Banyak Pencetak Gol

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia berhasil melangkah ke final Piala AFF 2020. Tim Garuda punya potensi menjadi juara untuk pertama kalinya sejak turnamen sepak bola Asia Tenggara itu mulai digelar pada 1996.

Timnas Indonesia, untuk keenam kalinya dalam sejarah Piala AFF, berhasil melaju hingga final. Namun, dalam lima laga final sebelumnya, Tim Garuda selalu gagal menjadi juara dan torehan lima kali runner-up menjadi pencapaian terbaik hingga sejauh ini.

Kini Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand dalam dua leg pertandingan final Piala AFF 2020 yang digelar di National Stadium, Kallang, Singapura, pada 29 Desember 2021 dan 1 Januari 2022.

Peluang untuk bisa menjadi juara cukup terbuka bagi Timnas Indonesia. Meski Thailand memiliki perolehan poin sempurna pada fase grup dan melangkah ke final berkat kemenangan 2-0 secara agregat atas Vietnam dalam dua leg laga semifinal, Tim Garuda punya cukup banyak keunggulan di Piala AFF 2020, seperti banyaknya pencetak gol yang mereka miliki, hingga status sebagai tim paling produktif.

Lalu bagaimana kiprah Timnas Indonesia hingga akhirnya bisa mencapai laga puncak di Piala AFF 2020? Berikut ulasan Timnas Indonesia dalam angka di Piala AFF 2020:

18

Pratama Arhan berhasil mencuri perhatian usai tampil memukau di laga terakhir fase grup Piala AFF 2020 dengan mencetak satu gol dan satu assist untuk Irfan Jaya. Bermain sebagai bek kiri, ia berhasil menjadi pemain aktif dan agresif di lapangan. (Dok. PSSI)
Pratama Arhan berhasil mencuri perhatian usai tampil memukau di laga terakhir fase grup Piala AFF 2020 dengan mencetak satu gol dan satu assist untuk Irfan Jaya. Bermain sebagai bek kiri, ia berhasil menjadi pemain aktif dan agresif di lapangan. (Dok. PSSI)

Timnas Indonesia berhasil mencetak 18 gol sejak pertandingan pertama hingga laga semifinal. Ada 13 gol yang dicetak Tim Garuda di fase grup, yang menjadikan mereka sebagai tim paling produktif.

Hingga melangkah ke final, predikat sebagai tim paling produktif tetap menjadi milik Timnas Indonesia yang berhasil membungkam Singapura dengan agregat 5-3 dalam laga semifinal.

Dengan torehan 18 gol, Timnas Indonesia jelas unggul jauh dari Thailand dan tentunya Filipina, yang pada fase grup saja sudah mencetak 12 gol. Thailand pun kini memiliki jumlah gol yang sama dengan Filipina, yaitu 12 gol dari enam laga.

Dengan selisih produktivitas gol yang mencapai enam gol, predikat tim paling produktif di Piala AFF 2020 tampaknya akan tetap menjadi milik Timnas Indonesia hingga akhir turnamen nanti.

10

Keceriaan Asnawi Mangkualam bersama Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman usai memastikan lolos ke final. Ya, final keenam di Piala AFF seperti yang diisyaratkan lewat jari-jarinya, yang semoga berbuah gelar juara untuk yang pertama kali. (AP/Suhaimi Abdullah)
Keceriaan Asnawi Mangkualam bersama Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman usai memastikan lolos ke final. Ya, final keenam di Piala AFF seperti yang diisyaratkan lewat jari-jarinya, yang semoga berbuah gelar juara untuk yang pertama kali. (AP/Suhaimi Abdullah)

Nomor 10 adalah nomor yang istimewa dalam sepak bola. Setidaknya dalam sejarah permainan, pemain dengan nomor punggung 10 selalu menjadi yang istimewa di dalam tim.

Namun, kali ini 10 bukanlah bahasan mengenai nomor punggung, melainkan jumlah pencetak gol Timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Timnas Indonesia yang sejauh ini sudah mengemas 18 gol, memiliki 10 pemain berbeda sebagai pencetak gol. Irfan Jaya adalah pemain Tim Garuda dengan jumlah gol terbanyak, yaitu 3 gol.

Kemudian ada pula Evan Dimas, Ezra Walian, Pratama Arhan, Rachmat Irianto, dan Witan Sulaeman yang masing-masing mengemas dua gol. Sementara empat pemain lain, Asnawi Mangkualam, Egy Maulana Vikri, Elkan Baggott, dan Ramai Rumakiek sejauh ini masing-masing baru mencetak satu gol.

Sementara untuk jumlah pemain yang terkena kartu, Timnas Indonesia dalam enam pertandingan yang sudah dilewati di Piala AFF 2020, ada enam pemain yang mengoleksi kartu kuning.

252

Pertahanan Timnas Indonesia yang digalang bek kanan Asnawi Mangkualam yang kali ini menjabat sebagai kapten tim usai Evan Dimas dicadangkan, mampu membuat Vietnam sebagai juara bertahan frustrasi. (Dok. PSSI)
Pertahanan Timnas Indonesia yang digalang bek kanan Asnawi Mangkualam yang kali ini menjabat sebagai kapten tim usai Evan Dimas dicadangkan, mampu membuat Vietnam sebagai juara bertahan frustrasi. (Dok. PSSI)

Merupakan jumlah passing terbanyak yang dicetak pemain Timnas Indonesia, yaitu Asnawi Mangkualam. Kapten sekaligus bek kanan Tim Garuda ini mengemas 252 passinsg dalam enam pertandingan yang sudah digelar mulai dari fase grup hingga semifinal.

Jumlah tersebut menjadikan Asnawi Mangkualam bukan hanya peringkat tertinggi di skuad Garuda, tapi juga sebagai penghuni peringkat kedua di Piala AFF 2020 untuk urusan memberikan umpan.

Asnawi Mangkualam hanya terpaut sedikit di belakang pemain Vietnam, Nguyen Hoang Duc, yang kini menjadi pemuncak daftar pemberi passing di Piala AFF 2020, di mana sang pemain sudah mengemas 268 umpan.

15

Nadeo Argawinata. Kiper milik Bali United berusia 24 tahun ini tampil penuh 90 menit dan sempat membuat beberapa penyelamatan. Namun akibat kebobolan oleh gol Ikhsan Fandi dan Indonesia gagal menang, ia hanya memperoleh nilai 6,5. (affsuzukicup)
Nadeo Argawinata. Kiper milik Bali United berusia 24 tahun ini tampil penuh 90 menit dan sempat membuat beberapa penyelamatan. Namun akibat kebobolan oleh gol Ikhsan Fandi dan Indonesia gagal menang, ia hanya memperoleh nilai 6,5. (affsuzukicup)

Merupakan jumlah total penyelamatan atau save yang dilakukan oleh penjaga gawang Timnas Indonesia. Sebagai informasi, sepanjang Piala AFF 2020, Shin Tae-yong hanya memberikan kesempatan kepada dua orang penjaga gawang, yaitu Syahrul Trisna Fadillah dan Nadeo Argawinata.

Syahrul Fadillah yang hanya tampil dalam laga kontra Kamboja di Grup B Piala AFF 2020, berhasil melakukan empat penyelamatan dalam satu pertandingan tersebut.

Sementara itu, Nadeo Argawinata yang kemudian menjadi andalan mengawal gawang Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 tercatat sudah melakukan 11 penyelamatan hingga sejauh ini.

7

Syahrul Trisna Fadillah menjadi salah satu kiper yang dipanggil ke Timnas Indonesia. Penampilan apiknya bersama Persikabo 1973 di BRI Liga 1 membuat Shin Tae-yong tertarik menggunakan jasanya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Syahrul Trisna Fadillah menjadi salah satu kiper yang dipanggil ke Timnas Indonesia. Penampilan apiknya bersama Persikabo 1973 di BRI Liga 1 membuat Shin Tae-yong tertarik menggunakan jasanya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jika Syahrul Trisna dan Nadeo Argawinata mampu mengemas 15 penyelamatan untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 hingga sejauh ini, catatan negatif mereka adalah kebobolan tujuh gol dalam enam laga yang sudah mereka mainkan.

Syahrul Trisna yang hanya tampil dalam laga kontra Kamboja tercatat kebobolan dua kali, di mana Timnas Indonesia menang 4-2 dalam laga pertama mereka di Grup A Piala AFF 2020 itu.

Kemudian, Nadeo Argawinata selalu menjadi andalan di bawah mistar gawang Timnas Indonesia dalam lima laga selanjutnya. Dalam lima laga itu pula gawang Nadeo bobol lima kali, masing-masing satu gol saat menghadapi Laos dan Malaysia, kemudian tiga gol saat melawan Singapura dalam dua leg pertandingan semifinal.

9

Asnawi Mangkualam (kiri) terlibat argumen dengan beberapa pemain Singapura. Ia dianggap memprovokasi wasit saat insiden diusirnya pemain pertama Singapura, Safuwan Baharudin usai menerima kartu kuning kedua akibat pertikaiannya dengan Rizky Ridho. (AP/Suhaimi Abdullah)
Asnawi Mangkualam (kiri) terlibat argumen dengan beberapa pemain Singapura. Ia dianggap memprovokasi wasit saat insiden diusirnya pemain pertama Singapura, Safuwan Baharudin usai menerima kartu kuning kedua akibat pertikaiannya dengan Rizky Ridho. (AP/Suhaimi Abdullah)

Beruntung pemain Timnas Indonesia belum ada yang menerima kartu merah hingga saat ini. Mengarungi enam pertandingan dari fase grup hingga dua leg semifinal, Tim Garuda bersih dari kartu merah.

Namun, tercatat ada sembilan pemain yang sejauh ini sudah mendapatkan kartu kuning dari wasit. Kesembilan pemain tersebut adalah, Edo Febriansyah, Yabes Roni, Fachrudin Aryanto, Pratama Arhan, Ezra Walian, Asnawi Mangkualam, Ricky Kambuaya, Evan Dimas Darmono, dan Ramai Rumakiek.

Sejauh ini hanya Ramai Rumakiek yang sudah menerima dua kartu kuning, sementara delapan pemain lain baru mengantongi satu kartu kuning saja.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel