Timnas Indonesia Redam Thailand di Leg 2 Final Piala AFF 2020, Shin Tae-yong Puji Pemain

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Singapura - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memuji kerja keras pemain pada leg kedua final Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (1/1/2022). Dia menilai anak asuhnya sudah bekerja keras.

Skuat Garuda dalam posisi sulit usai kalah 0-4 pada leg pertama, Rabu (29/12/2021). Namun, timnas tampil spartan di pertandingan kedua dan memaksa Thailand bermain 2-2.

"Leg pertama kami tidak bermain sesuai keinginan. Di leg kedua kami tampil lebih baik dan pemain kerja keras. Saya harus memuji pemain," kata Shin Tae-yong pada konferensi pers usai laga.

Ricky Kambuaya sempat membawa Indonesia memimpin di menit ke-7. Namun, Thailand membalikkan kedudukan selepas jeda lewat Adisak Kraisorn ('54) dan gol bunuh diri Asnawi Mangkualam ('56). Timnas menghindari kekalahan berkat gol Egy Maualana Vikri ('80).

Setelah bekerja keras mempersiapkan diri untuk turnamen, Shin Tae-yong akan memberi waktu pemain mengisi tenaga sembari mempersiapkan diri menyambut turnamen lain pada tahun ini.

"Dalam sebulan kami bersiap menghadapi Piala AFF. Jelas kami keletihan. Setelah ini pemain istirahat dan libur. Selanjutnya saya mempersiapkan tim untuk turnamen terdekat pada 2022," ungkap Shin Tae-yong.

Babak Pertama

Gelandang Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya ketika mencetak gol ke gawang Timnas Thailand di final Piala AFF 2020. (AFP/Roslan RAHMAN).
Gelandang Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya ketika mencetak gol ke gawang Timnas Thailand di final Piala AFF 2020. (AFP/Roslan RAHMAN).

Thailand hampir kembali mencetak gol cepat pada awal final Piala AFF 2020 seperti leg pertama. Bordin Phala melakukan penetrasi dan dijatuhkan Asnawi Mangkualam di area terlarang, tapi wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.

Giliran Witan Sulaeman dijatuhkan Kritsada Kaman. Kembali pengadil laga mengabaikan. Tidak lama berselang, tendangan Ricky Kambuaya gagal diantisipasi sempurna kiper Siwarak Tedsungnoen. Bola lepas dan melewati garis gawang. Indonesia unggul di menit ke-7.

Thailand langsung membalas. Beruntung tendangan ganda Teerasil Dangda tidak berbuah gol.

Thailand mendapat tendangan bebas di area berbahaya. Tendangan Theerathon Bunmathan yang jadi eksekutor membentur tembok. Negeri Gajah Putih lalu mendapat dua tendangan penjuru beruntun. Dari situasi kedua, bola liar jatuh di kaki Supachok Sarachat. Beruntung tendangannya hanya mengenai mistar.

Pertahanan Indonesia lengah. Thailand mengambil tendangan bebas dengan cepat dan menemukan Thanawat Suengchitthawon. Tendangan jarak jauhnya masih bisa dimentahkan kiper Nadeo Argawinata.

Pertandingan berusia 30 menit. Thailand memperlambat tempo tapi sesekali melancarkan serangan berbahaya. Sementara Indonesia belum bisa memberikan ancaman berarti bagi Thailand.

Thailand mulai panik menghadapi tekanan timnas. Bordin Phala mendapat kartu kuning usai melanggar Ricky Kambuaya. Tendangan bebas Alfeandra Dewangga lalu berbuah sepak pojok. Laga bergulir dan menghasilkan lemparan ke dalam Pratama Arhan, yang membuat Siwarak Tedsungnoen kembali melakukan blunder.

Babak Kedua

Timnas Thailand ketika mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia di final Piala AFF 2020. (AFP/Roslan RAHMAN).
Timnas Thailand ketika mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia di final Piala AFF 2020. (AFP/Roslan RAHMAN).

Thailand merombak tim. Weerathep Pomphan, Phitiwat Sukjitthammakul dan Adisak Kraisorn masuk menggantikan Teerasil Dangda, Pawee Tanthatemee, dan Thanawat Suengchitthawon.

Weerathep Pomphan melakukan pelanggaran keras terhadap Witan Sulaeman menggunakan siku. Dia hanya mendapat kartu kuning.

Thailand menyamakan kedudukan melalui Adisak Kraisorn menyusul kegagalan timnas membuang bola dari kemelut di menit ke-54. Negeri Gajah Putih kini unggul 5-1 di agregat.

Timnas kehilangan momentum dan mulai panik. Kembali pemain sulit lepas dari tekanan dan berujung gol bunuh diri Asnawi Mangkualam yang salah mengantisipasi tendangan Sarach Yooyen dua menit berselang.

Timnas Indonesia melakukan pergantian pemain. Hanis Saghara dan Irfan Jaya menggantikan Dedik Setiawan dan Ramai Rumakiek.

Dari tendangan penjuru, tandukan Alfeandra Dewangga hasil umpan silang Pratama Arhan hanya melebar. Beberapa menit berselang, tendangan Hanis Saghara melambung jauh dari gawang.

Thailand dengan sabar menguasai bola untuk menerobos pertahanan Indonesia. Mereka kemudian mengganti Bordin Phala dengan Philip Roller. Tidak lama berselang Asnawi mendapat kartu kuning usai melanggar Theerathon Bunmathan.

Kapten Thailand Chanathip Songkrasin juga masuk buku catatan wasit karena memprotes terlalu keras. Indonesia kemudian menarik Rachmat Irianto dan memasukkan Evan Dimas.

Indonesia kembali gagal membuang bola, kali ini melalui Irfan Jaya. Bola diambil Theerathon Bunmathan. Beruntung tendangannya tidak menemui sasaran.

Serangan jarang timnas berbuah gol Egy Maulana Vikri. Lolos dari bek lawan, dia melepas tendangan ke tiang jauh yang tidak bisa dijangkau kiper Thailand. Skor menjadi 2-2.

Sarach Yooyen terkena cedera. Dia diganti Jenphob Phokhi. Indonesia juga memasukkan Syahrian Abimanyu untuk mengganti Hanis Saghara yang baru masuk di babak kedua.

Ricky Kambuaya menerobos pertahanan Thailand di injury time. Dia terjatuh, tapi wasit tidak memberi penalti. Tidak ada gol di sisa waktu meski Thailand mendapat satu peluang dari Adisak Kraisorn.

Theerathon Bunmathan mendapat kartu kuning karena melanggar Egy Maulana Vikri. Laga pun berakhir. Thailand menjadi juara Piala AFF untuk kali keenam.

Susunan Pemain

Infografis Sang Juara dan Runner-Up Piala AFF (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Sang Juara dan Runner-Up Piala AFF (Liputan6.com/Triyasni)

Thailand (4-3-1-2): Siwarak Tedsungnoen; Pawee Tanthatemee, Narubadin Weerawatnodom, Kritsada Kaman, Theerathon Bunmathan; Sarach Yooyen, Bordin Phala, Thanawat Suengchitthawon; Chanathip Songkrasin; Supcahok Sarchat, Teerasil Dangda

Indonesia (4-2-3-1): Nadeo Argawinata; Asnawi Mangkualam, Fachruddin Aryanto, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan; Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya; Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Ramai Rumakiek; Dedik Setiawan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel