Timnas Indonesia U-23 Jalani Persiapan Berat Jelang Laga Uji Coba

Ridho Permana, Zulfikar Husein
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tim Nasional Indonesia U-23 yang diproyeksikan untuk SEA Games 2021 telah menjalani pemusatan latihan di Jakarta sejak 9 Februari lalu. Mereka pun dijadwalkan akan melakoni uji coba pada 3 Maret melawan Bhayangkara Solo FC dan Bali United pada 5 Maret, di Jakarta.

Gelandang Timnas U-23, Hanif Sjahbandi mengatakan, bahwa dirinya bersama rekan-rekannya telah menjalani persiapan yang cukup berat jelang dua laga uji coba menghadapi klub Liga 1 tersebut. Menurutnya, materi latihan yang diberikan pelatih Shin Tae-yong membuat para penggawa Garuda Muda semakin siap melakoni dua uji coba itu.

"Ya, sebenarnya saya baru tahu kemarin kalau ada jadwal uji coba. Cuma, kita sudah persiapan dari jauh-jauh hari dan persiapannya bisa dibilang cukup berat yang diberikan oleh pelatih," kata Hanif, saat ditemui di Istora Senayan, Kamis 26 Februari 2021.

"Jadi, apapun itu jadwal pertandingan, Insya Allah kami siap untuk menjalankan pertandingan dan itu juga bagian dari persiapan kita juga," ujarnya.

Lebih lanjut, Hanif membenarkan, bahwa banyak pemain Timnas U-23 yang mengalami cedera akibat tingginya intensitas latihan yang diberikan oleh Tae-yong. Namun, pemain Arema itu mengakui, cedera yang dialami sebagian pemain tidak begitu berat.

"Alhamdulillah, sudah ada beberapa yang pulih dan kembali latihan, tapi ada beberapa yang masih menepi. Yang masih menepi, mungkin karena cederanya bisa dibilang bukan cedera yang ringan. Cuma, enggak ada yang parah dan anak-anak yang cedera sudah ada beberapa yang ikut latihan," ucapnya.

Hanif juga mengatakan, bahwa cedera yang dialami segilintir rekan setimnya sangat bervariasi. Dijelaskan, rata-rata pemain yang masih menepi karena mereka memiliki cedera kambuhan.

"Bervariasi sih, ada beberapa yang karena latihan fisiknya, dan bukan cuma satu hal. Jadi hampir semua komponen terasa semua, mungkin ada beberapa pemain yang punya riwayat cedera misalnya engkel, lutut, atau hamstring, dan akhirnya mereka kumat kembali, meski ada beberapa dari mereka bisa balik lagi," tuturnya.

"Bisa dibilang itu karena kita sudah satu tahun tidak main bola dan kita sudah lama tidak merasakan tensi berat, terus tiba-tiba dikasih berat. Kalau menurut saya itu proses, dan saya lihat teman-teman juga merasakan proses ini. Makanya, ada juga mereka yang kaget," ungkap gelandang berusia 23 tahun tersebut.