Timnas Indonesia Vs Curacao di FIFA Matchday: Menanti Aksi Debutan di Lini Depan

Bola.com, Jakarta Timnas Indonesia akan menjalani ujicoba melawan Curacao dalam FIFA Matchday pada 24 dan 27 September. Laga pertama akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung sedangkan yang kedua berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor.

Dalam uji coba ini, lini depan Timnas Indonesia cukup jadi sorotan. Karena di level timnas senior, Indonesia belum menemukan sosok penyerang tajam yang bisa jadi andalan.

Beberapa nama sudah dicoba pelatih, Shin Tae-yong di berbagai ajang. Seperti Ezra Wallian hingga Dedik Setiawan.

Untuk saat ini, ada tiga pemain berposisi striker yang dijajal. M. Rafli, Dimas Drajad, Dendy Sulistyawan dan Ramadhan Sananta. Seperti apa kans empat pemain ini? Siapa yang layak jadi pilihan utama di Timnas Indonesia menghadapi Curacao?

 

Dimas Drajad Paling Layak

<p>Pemain Persikabo 1973, Muhammad Dimas Drajad merayakan gol kedua yang dicetaknya ke gawang Dewa United dalam laga pekan ke-2 BRI Liga 1 2022/2023 antara Dewa United melawan Persikabo 1973 di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (31/7/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pemain Persikabo 1973, Muhammad Dimas Drajad merayakan gol kedua yang dicetaknya ke gawang Dewa United dalam laga pekan ke-2 BRI Liga 1 2022/2023 antara Dewa United melawan Persikabo 1973 di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (31/7/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Jika membedah performa tiga pemain tersebut di Liga 1, Dimas Drajad layak dikedepankan. Penyerang Persikabo 1973 ini sudah mengoleksi 4 gol.

Selain itu, pemain bertipikal striker murni ini tampil lumayan dalam Kualifikasi Piala Asia pada Juni lalu di Kuwait. Waktu itu Dimas mencetak satu gol saat Timnas Indonesia melawan Nepal. Ini jadi nilai lebih pemain 25 tahun asal Gresik tersebut.

 

Ramadhan Sananta Sedang Naik Daun

<p>Pemain PSM Makassar, M. Ramadhan Sananta (tengah) berebut bola dengan pemain Dewa United FC, Theo Fillo Numberi saat laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2022/2023 antara Dewa United FC melawan PSM Makassar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (15/9/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pemain PSM Makassar, M. Ramadhan Sananta (tengah) berebut bola dengan pemain Dewa United FC, Theo Fillo Numberi saat laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2022/2023 antara Dewa United FC melawan PSM Makassar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (15/9/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Namun, ada satu nama lain yang kini jadi pembicaraan. Yakni penyerang debutan Ramadhan Sananta. Pemain 19 tahun asal PSM Makassar ini cukup dinanti penampilannya.

Karena saat membela PSM, dia tampil oke dan sudah mengoleksi 3 gol. Jadi banyak yang penasaran seperti apa performanya bersama Timnas Indonesia.

Jika dipasang sebagai penyerang utama, postur Sananta tergolong ideal. Karena dia paling tinggi dibandingkan Dimas, Rafli dan Dendy. Jadi, ada kesempatan menggunakan serangan dengan variasi bola atas.

 

Lainnya Masih B Aja?

Situasi itu membuat Bhayangkara FC membalasnya dengan tampil lebih menekan. Dendy Sulistyawan (kanan) berusaha mengontrol bola dibayangi pemain PSIS Semarang, Wallace Costa Alves. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Situasi itu membuat Bhayangkara FC membalasnya dengan tampil lebih menekan. Dendy Sulistyawan (kanan) berusaha mengontrol bola dibayangi pemain PSIS Semarang, Wallace Costa Alves. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bukannya mengesampingkan kemampuan Dendi dan Rafli, tapi dua striker ini masih tergolong rata-rata.

Bahkan untuk Rafli, pemanggilannya sempat dipertanyakan. Karena penyerang 23 tahun ini performanya sedang jeblok di Arema FC. Hanya tampil satu kali jadi starter, dan 5 kali pengganti, dia juga belum mencetak gol.

 

Winger Lebih Subur

<p>Saddil Ramdani saat membela Sabah FC di Liga Super Malaysia 2022. (Instagram/@officialsabahfc)</p>

Saddil Ramdani saat membela Sabah FC di Liga Super Malaysia 2022. (Instagram/@officialsabahfc)

Justru di barisan winger atau penyerang sayap, Indonesia punya banyak andalan. Dari 4 nama yang dibawa, hampir semua langganan daftar panggil Timnas Indonesia.

Saddil Ramdani, Egy Maulana dan Witan Sulaeman. Hanya Yakob Sayuri yang sempat lama tidak terpanggil. Semuanya hampir punya tipikal sama. Punya kecepatan dan skill tinggi.

 

Witan On Fire

Keceriaan Asnawi Mangkualam bersama Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman usai memastikan lolos ke final. Ya, final keenam di Piala AFF seperti yang diisyaratkan lewat jari-jarinya, yang semoga berbuah gelar juara untuk yang pertama kali. (AP/Suhaimi Abdullah)
Keceriaan Asnawi Mangkualam bersama Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman usai memastikan lolos ke final. Ya, final keenam di Piala AFF seperti yang diisyaratkan lewat jari-jarinya, yang semoga berbuah gelar juara untuk yang pertama kali. (AP/Suhaimi Abdullah)

Nama Witan yang saat ini jadi pemain paling sering mencetak gol di level senior. Dia sudah mengoleksi 6 gol. Semua gol itu lahir di Piala AFF 2018, Kualifikasi Piala Asia dan satu laga ujicoba.

Sedangkan Egy mengoleksi 3 gol. Dan Saddil baru satu gol. Artinya, para pemain ini punya potensi mencetak gol ketika striker utama dapat kawalan ketat dari pemain belakang lawan.

Ini sudah di perlihatkan dalam even terakhir, Kualifikasi Piala Asia di Kuwait Juni lalu. Egy dan Witan sering muncul di dalam kotak penalti lawan sekaligus jadi pemecah kebuntuan.

 

Daftar Lini Serang Timnas Indonesia

  • Dendy Sulistyawan (Bhayangkara FC)

  • M. Rafli (Arema FC)

  • Dimas Drajad (Persikabo 1973)

  • Ramadhan Sanantha (PSM Makassar)

  • Yakob Sayuri (PSM Makassar)

  • Saddil Ramdani (Sabah FA / Malaysia)

  • Witan Sulaeman (AS Trencin / Slovakia)

  • Egy Maulana Vikri (FC Vion Zlate Moravce / Slovakia)