Timor Leste Keluarkan Australia dari Proyek Migas  

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

TEMPO.CO, Dili - Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Alam Timor Leste, hari ini, 21 Februari 2013, menyatakan negaranya akan membangun sendiri proyek gas senilai miliaran dolar AS. Kementerian akan mengakhiri keterlibatan perusahaan migas asal Australia, Woodside Petroleum.

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Alam Timor Leste, Alfredo Pires, mengatakan perbedaan pendapat antara kedua belah pihak semakin mengemuka, terutama soal bagaimana mencairkan gas dari lapangan Greater Sunrise di Laut Timor. Dengan tidak melibatkan Woodside yang berencana menanamkan investasi US$ 20 miliar, berarti juga pendapatan dari proyek migas itu tidak akan dibagi dengan Australia.

Dalam perjanjian maritim tertentu di Laut Timor (CMATS) yang ditandatangani Austalia dan Timor Leste dan mulai efektif sejak Februari 2007, di dalamnya mengatur tenggat kapan kedua pihak sepakat soal bagaimana memproses gas. »Mungkin kami akan memutuskan proses gas itu secara unilateral. Namun kami harus memutuskannya dengan Kementerian Luar Negeri Australia,” ujarnya kepada wartawan di Dili.

Woodside menginginkan memproses gas senilai miliaran dolar melalui proses terapung. Sementara itu, pemerintah Timor Leste menginginkan gas cair itu disalurkan melalui jaringa pipa. Pires mengatakan pemerintah Timor Leste sedang dalam tahap pembicaraan mengenai hal ini dengan Menteri Energi Australia Martin Ferguson dalam lawatannya ke Dili, 21 Februari 2013.

»CMATS ditandatangani oleh pemerintah kedua negara. Namun hingga saat ini kami belum mendapatkan batas maritim yang tegas. Kami harus memilih solusi terbaik untuk masa depan,” Pires menambahkan.

Setelah melakukan kerja sama dengan Pires, Menteri Energi Australia Martin Ferguson mengatakan masih ingin melanjutkan kerja sama di industri migas Timor Leste. »Kami masih mendiskusikanya dan akan dilanjutkan dalam pembahasan antara kedua negara,” ujarnya.

Jika tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak hingga Sabtu pekan ini, kesepakatan CMATS resmi berakhir pada hari tersebut. Masih ada kemungkinan perjanjian kerja sama itu dihidupkan kembali di masa mendatang jika dua pihak menyepakatinya atau menentukan batas maritim.

Timor Leste meraih kemerdekaannya dan resmi terpisah dari wilayah Indonesia pada 2002. Dengan jumlah penduduk 1,1 juta jiwa, negara ini perekonomiannya sangat tergantung dari hasil cadangan migas. Pemerintah Timor Leste menargetkan akan menggelontorkan dana besar bagi sektor migas, yang diperkirakan melampaui anggaran tahun lalu US$ yang sebesar 11 miliar.

CHANNEL NEWS ASIA | ABDUL MALIK

Berita terpopuler lainnya:

Diberhentikan SBY, Bupati Aceng Membangkang

Agnes Monica, Selebritas Berpakaian Terburuk

Pecah Jalan Para Pimpinan KPK

Damar Tak Berniat Kritik Karya Andrea Hirata

Rasyid Rajasa: Saya Tak Bersalah

Bupati Aceng Gugat Keputusan SBY

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...