Timpang, 71,84 Persen Investor Domestik Pasar Modal Ada di Jawa

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) memaparkan bahwa investor domestik di pasar modal Indonesia masih belum merata berdasarkan pola sebaran wilayah. Kondisi ini dinilai masih perlu perhatian agar bisa terus ditingkatkan.

Direktur Eksekutif AEI, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 28 Desember 2020, sekitar 71,84 persen investor pasar modal masih berada di wilayah Pulau Jawa.

Baca juga: Luhut Buka-bukaan! Jokowi Pecat Lansung Pejabat Tinggi Pertamina

Hal itulah yang menurut Samsul, menunjukkan belum maksimalnya upaya pendalaman pasar. Masih ada ketimpangan pola sebaran wilayah dari investor domestik di pasar modal.

"Jadi (investor domestik di Pulau Jawa) itu berbanding terbalik dengan wilayah Maluku dan Papua, yang jumlah investornya hanya 0,97 persen dibandingkan jumlah nasional," kata Samsul dalam telekonferensi, Rabu, 10 Maret 2021.

Karenanya, Samsul menilai perlu adanya upaya pelebaran partisipasi kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar mereka mau menjadi investor di pasar modal. "Jadi itu perlu kita tingkatkan, agar makin dalam market kita," ujarnya.

Meski demikian, Samsul mengakui bahwa kondisi tersebut dibandingkan dengan jumlah total investor asing, maka persentase nilai perdagangan investor domestik memang masih cukup tinggi.

Bahkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per awal Maret 2021 menunjukkan bahwa kontribusi investor domestik masih sebesar 81,08 persen. Sedangkan, investor asing yang hanya sebesar 18,92 persen.

"Jadi sekarang memang terjadi peningkatan dari kontribusi investor lokal, di mana dulu perbandingannya 40 persen (investor lokal) dan 60 persen (investor) asing. Tapi akhir-akhir ini memang terjadi peningkatan investor domestik," ujarnya.