Timur: Pergantian Kapolri Program Terjadwal

Jakarta (ANTARA) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Timur Pradopo menekankan pergantian Kapolri merupakan program terjadwal dalam lingkungan instansinya.

"Itu semua `kan sudah dinamika, program seperti itu sudah terjadwal dengan baik, tetapi yang jelas pasti kondisinya bagaimana mengamankan Pemilu 2014. Itu tugas yang paling penting," kata Timur seusai sertijab Irwasum dan Kabaintelkam Polri di Mabes Polri Jakarta, Senin.

Menurut dia, tidak ada kriteria khusus calon Kapolri selanjutnya harus memahami sejumlah bidang karena pada dasarnya hak memilih merupakan prerogatif Presiden.

Namun, Timur menuturkan pihaknya telah menyiapkan terutama jenderal polisi berbintang tiga untuk diajukan kepada Presiden. Dia juga menegaskan hingga saat ini belum ada agenda rapat khusus untuk menyiapkan bakal calon pengganti dirinya.

"Sekarang kita menyiapkan, artinya memberikan pengalaman, tugas dan termasuk meng-`update` terus perkembangannya," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan akhir April ini akan segera menyelesaikan daftar bakal calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) untuk menggantikan Jenderal Timur Pradopo.

"Kami harapkan memang akhir bulan ini sudah ada data sementara. Dari situ kami sudah bisa mengundang para calon tersebut untuk kemudian kita `omong-omong`, dari situ bisa kami jadikan bahan untuk diserahkan ke Presiden," kata anggota Kompolnas Adrianus Meliala Jumat (12/4).

Menurut dia, jika data sementara bakal calon Kapolri bisa selesai akhir April, makan sekitar akhir Mei, data resminya sudah bisa masuk ke meja Presiden.

Anggota Kompolnas lainnya M Nasser, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan sembilan nama yang akan diusung sebagai bakal calon Kapolri dengan syarat utama bakal calon minimal bintang dua, sudah pernah menjadi Kapolda di wilayah besar, serta masih memiliki waktu dua tahun sebelum pensiun.

"Kita punya kurang lebih ada sembilan nama, di antaranya Budi Gunawan, Sutarman dan Anang Iskandar," tuturnya.

Menurut Nasser, lembaga pengawas kepolisian itu sejak tiga bulan lalu telah melakukan penelitian komprehensif mengenai siapa yang patut dan layak membawa institusi kepolisian menjadi lebih baik.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.